22 Februari 2026
Upacara likuidasi organisasi Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (photo: Korps Marinir)Pangkormar Resmikan Likuidasi Organisasi Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan
Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta) -- Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., memimpin upacara Likuidasi Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) yang dilaksanakan di Batalyon Infanteri 6 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Kamis (12/02/2026).
Likuidasi Yonmarhanlan ini berdasarkan keputusan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) pada bulan Agustus 2025 lalu. Tunggul Yonmarhanlan 1 s.d 14 diselubung dan diserahakn kepada Panglima Korps Marinir.
Pangkormar mengatakan bahwa validasi organisasi di lingkungan TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir, merupakan langkah strategis yang imperatif guna menjawab dinamika ancaman global, regional, serta kompleksitas keamanan nasional yang menuntut prajurit untuk selalu adaptif dan responsif. “Likuidasi satuan yang dilaksanakan bukanlah langkah mundur, melainkan bagian dari proses transformasi menuju organisasi yang lebih modern, efektif, dan efisien,” kata Pangkormar.
Yonmarhanlan adalah satuan pelaksana Pasukan Marinir (Pasmar) yang ditempatkan di bawah kendali operasional (BKO) Lantamal TNI AL. Bertugas mempertahankan pangkalan utama, sarana, dan fasilitas hukumnya (photo: Korps Marinir)
Lebih lanjut disampaikan bahwa Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga kedaulatan wilayah pesisir serta pengamanan pangkalan-pangkalan TNI Angkatan Laut. Atas pengabdian tersebut, Pangkormar menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Komandan Yonmarhanlan yang telah menorehkan sejarah serta memimpin satuannya dengan penuh tanggung jawab.
“Penyelubungan tunggul satuan ini memang menandai berakhirnya pengabdian satuan secara administratif. Namun, hal tersebut bukanlah akhir dari dedikasi para prajurit. Nilai-nilai perjuangan, loyalitas, dan disiplin yang telah ditunjukkan oleh Yonmarhanlan akan selalu terpatri dalam tinta emas sejarah kejayaan Korps Marinir,” ujarnya.
Diakhiri amanatnya, Pangkormar mengajak seluruh prajurit untuk senantiasa berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa diberikan bimbingan, petunjuk, dan perlindungan dalam melanjutkan pengabdian terbaik bagi kejayaan Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara. “Saya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit atas dedikasi, loyalitas, dan pengorbanan yang telah dipersembahkan demi kejayaan dan kehormatan Korps Baret Ungu.

AMAN
BalasHapusTugasnya dipindahkan ke siapa?
BalasHapusMungkin berubah menjadi: Satuan pertahanan pantai terpadu, Integrasi dengan unsur rudal pesisir, drone, dan radar.
HapusSejalan dengan transformasi TNI AL menuju konsep: Sea Denial & Littoral Warfare
Kalau seperti itu, jadi mirip pasukan pesisir Rusia.
HapusINDONESIA = BATAS LIMIT 60%
BalasHapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
DEFISIT : 2,9%
GDP = USD 1,44 TRILIUN
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
DEFISIT : 3,8%
GDP = USD 416,90 MILIAR
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
-
Dependence on Foreign Defense Suppliers
• Malaydesh imports nearly all high-tech defense equipment:
o Jets from Russia, U.S., South Korea.
o Submarines & ships from France.
o Armored vehicles in partnership with Turkey.
• Spare parts and upgrades depend on foreign suppliers, making maintenance costly and vulnerable to sanctions or political disputes.
• Example: MiG-29s retired early due to lack of spare parts.
• Result: Malaydesh has limited strategic autonomy in defense.
________________________________________
Cybersecurity Vulnerabilities
• Malaydesh faces cyber threats from state actors, hackers, and extremist groups.
• Weaknesses:
o Limited investment in cyber defense.
o Few trained cyber specialists.
o Weak integration of cyber defense with traditional military operations.
• Rising threat of hybrid warfare (information warfare, disinformation, espionage) in South China Sea disputes.
• Result: Malaydesh risks having its critical systems disrupted in a conflict.
________________________________________
Corruption & Procurement Scandals
• Defense procurement plagued by corruption and mismanagement:
o Scorpène Submarine Deal (2002): RM 500 million in commissions.
o Littoral Combat Ship (LCS) scandal (2011–present): RM 9 billion spent, no ships delivered as of 2025.
• Middlemen and commissions inflate costs, reduce the number of assets purchased.
• Political interference often overrides military requirements.
• Result: Billions wasted, modernization delayed, public trust eroded.
________________________________________
Overstretch Due to Non-Traditional Roles
• MAF frequently tasked with:
o Disaster relief (floods, earthquakes).
o Border control (illegal migrants, smuggling).
o Counterterrorism (Abu Sayyaf threat in Sabah).
o Pandemic support (COVID-19 operations).
• These tasks divert focus and resources from conventional defense.
• With limited assets, balancing both traditional and non-traditional roles is difficult.
• Result: Military readiness for external threats is weakened.
________________________________________
✅ Summary
The Malaydesh n Armed Forces face nine interconnected problems:
1. Outdated equipment → modernization delayed for decades.
2. Low defense budget → insufficient for high-tech upgrades.
3. Maritime security challenges → China & piracy overstretch Navy.
4. Recruitment & retention issues → talent drain in technical fields.
5. Weak inter-service integration → poor joint operations capability.
6. Dependence on foreign suppliers → costly, politically risky.
7. Cybersecurity vulnerabilities → exposed to hybrid threats.
8. Corruption & scandals → billions wasted, modernization crippled.
9. Overstretch from non-traditional roles → weak focus on external defense.
INDONESIA 5.207 Hektar (52,07 Kilometer Persegi)
BalasHapusMALAYDESH 780 Hektar (7,8 Kilometer Persegi)
-
OPB Sungai Sinapad-Sesai:
Wilayah Indonesia: Hasil pengukuran dan rundingan sejak 1977 hingga 2023 menetapkan 5.207 hektar di sektor tersebut adalah wilayah Indonesia yang sah.
-
Tambahan Wilayah Malaysia: Berdasarkan penyesuaian terbaru, Malaysia mendapatkan kepastian kedaulatan (tambahan) seluas 780 hektar di area OBP (Outstanding Boundary Problems) tersebut.
-
Dasar Hukum: Penentuan ini merujuk pada konvensi internasional 1891, 1915, dan 1928, bukan timbal balik atau kompensasi politik.
-
MALING TERIAK MALING =
MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALONDESH
MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALONDESH
MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALONDESH
Singapore is the world's largest importer of sea sand, and relies on the material for land reclamation projects. In 2018, Singapore imported around $350 million worth of sand from MALONDESH, which was 97% of the country's total sand imports
=========
MALONDESH KELING = MALING
MALING SAPI
MALING SAPI
MALING SAPI
Two soldiers were arrested for attempting to steal cattle from a livestock pen in Simpang Bekoh here.
Jasin OCPD Supt Mohamad Rusli Mat said the two confessed to investigation officers that they tried to steal in a bid to sell the animals during the upcoming Hari Raya Aidiladha celebration next month.
"The duo's botched attempt took place at 1am on Saturday (May 24) and was discovered by the owner of the cattle and goat pen after being alerted by a friend
=========
MALING TERIAK MALING =
48 SKYHAWK DISAPPEARED
48 SKYHAWK DISAPPEARED
48 SKYHAWK DISAPPEARED
The Tentera Udara Diraja MALONDESH (TUDM, or Royal MALONDESH Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered.....
=========
MALING TERIAK MALING =
F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
The MALONDESH government is facing a fresh corruption crisis after officials admitted that two US-made fighter jet engines had disappeared from an air force base after apparently being illicitly sold by military officers to a South American arms dealer...
=========
MALING TERIAK MALING =
SALE F 5 TIGERS
SALE F 5 TIGERS
SALE F 5 TIGERS
This announcement was in response to posts, photos, and videos circulating on certain local social media platforms that purportedly depict an F-5 fighter jet allegedly belonging to MALONDESH at one of the country’s ports.
Kapal Patroli Thailand Tenggelamkan Kapal Malaysia yang Mencoba Menabraknya
BalasHapusMinggu, 22-02-2026
TSM-Kapal patroli Angkatan Laut Thailand melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pukat ikan Malaysia yang mencoba menabraknya setelah kedapatan melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Thailand.
Kapal tersebut kemudian tenggelam dan awaknya ditahan, kata juru bicara Angkatan Laut, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, Minggu.
“Pada 20 Februari 2026, kapal-kapal nelayan Thailand melaporkan kepada Komando Wilayah Tiga Angkatan Laut Thailand tentang delapan hingga sepuluh kapal pukat kecil Malaysia yang melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan teritorial Thailand delapan mil laut dari Pulau Lipe,” kata Parach kepada wartawan.
Parach menambahkan bahwa kapal patroli Angkatan Laut yang dikerahkan untuk memeriksa informasi tersebut terpaksa melepaskan tembakan peringatan ketika satu kapal pukat mencoba menabraknya.
Komandan kapal patroli, yang mendapati sedikitnya 10 kapal Malaysia berada di perairan Thailand berdasarkan laporan nelayan setempat. Kapal patroli Thailand kemudian menggunakan pengeras suara untuk memerintahkan mereka segera mematikan mesin dan bersiap menjalani pemeriksaan, kata juru bicara tersebut.
“Sebagian besar kapal pukat berusaha segera meninggalkan perairan Thailand, namun satu kapal bermanuver sangat dekat dengan kapal Angkatan Laut dengan indikasi jelas hendak menabrak,” ucap Parach
Awak patroli kemudian melepaskan tembakan peringatan, yang mengakibatkan satu awak kapal pukat kecil itu terluka. Dua lainnya ditahan, dan kapal tersebut tenggelam.
Parach menambahkan, ketiga awak kapal pukat Malaysia tersebut merupakan warga negara Thailand yang bekerja berdasarkan kontrak di negara tetangga itu.
Pria yang terluka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit di Provinsi Satun, wilayah paling selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia, sementara dua lainnya diserahkan kepada aparat penegak hukum setempat dan ditahan berdasarkan keputusan pengadilan. (Sputnik/RIA Novosti)
Bangsa malingsial
Padahal sedang bulan ramadhan, mana yang konon MALAYDESH adalah negara tamadun.
HapusMaling tetap maling
Memang MALAYDESH ini mental MALING, dimana mana sifat maling MALAYDESH mendunia. Sampai Thailand pun geram dan menembak kapal MALAYDESH yg mencoba maling ikan di negara Thailand.
BalasHapusLagi sepi gini harusnya NYAMPAH sampai PUAS
BalasHapus