23 November 2020

Thai Navy and Vietnamese Navy Conducts Joint Patrol

23 November 2020

42nd Thai-Vietnam Navy joint patrol (all photos : Navy for Life)

The Royal Thai Navy and the Vietnamese Navy organized the 42nd joint patrol in the sea in the Thai-Vietnamese maritime overlapping area with a joint agreement known as the KC Line between 18-20 November 2020.


The past Since 1997, from a meeting between the Royal Thai Navy and the Vietnamese Navy, the Royal Thai Navy and the Vietnamese Navy have regularly held joint reconnaissance of the remaining areas. This is the 42nd time during the joint patrol in the area. A training session has been held between the countries to build an understanding of future joint operations.


There are visual communication training (SEMAPHOR), including two-handed flags and universal lanterns, a training for target plotting (PLOTEX), search and rescue training at sea (SAREX), and the practice of the use of collective biblical documents in ASEAN (CUES).


In this joint patrol Royal Thai Navy arranged ships from the Navy Region 1, namely HTMS Prachuap Khiri Khan 552 the Krabi-class offshore patrol vessel and Royal Thai Navy's 2nd Navy Region, which was HTMS Longlom 533, the Khamronsin-class corvette. The Vietnamese Navy has organized two ships from the 5th Naval Region, two Svetlyak-class patrol vessels, HQ-264 and HQ-265, with the 42nd joint reconnaissance completed.

112 komentar:

  1. Pada joint exercise...ada satu negara yg gk pernah d ajak latihan bareng knp ya ????...mmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah latihan papasan sama autralia kemeren 😌

      Hapus
    2. Ada Broo latihan lambaikan tangan waktu berpapasan sama Australia...wkwkwkwk

      Hapus
    3. Xaxaxaxa emang ada y latihan papasan doang pake dada..dada segala xixixixi...sambil nyanyi mari pulang marilah pulang

      Hapus
  2. Disaat negara lain sibuk latihan di alam terbuka, ada satu negara yang malah asik latihan di lapangan yang sudah disediakan prasarananya mulai dari tribun hingga kantin (disediakannya kantin untuk kesiap siagaan jika suatu saat pasukan butuh ice tea dan gorengan) ....

    Pertanyaannya, negara mana kah itu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ane tau brada yg konon d sebut grade A ya...yg katanya punya senjata yg d export ke planet namex y...yg punya helikopter kecil unyu unyu tapi gambar print print an y...haduuh aq lupa lupa ingat brada yg hruf depannya M belakangnya N tu ya...mmmmm..apa ya xixixi

      Hapus
  3. ...saingan Tank PENDEKAR MALON, terjungkal ?

    👇👇👇

    https://jakartagreater.com/tank-merkava-terjungkal-saat-naik-transporter/





















    ... Xixixixixixixi 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Merkava yg keker aj bisa njungkel gtu apa lagi grmpita yg cuman tempel sticker gtu xixixix

      Hapus
    2. ...proses terjungkalnya nampak jelas di VIDEO



















      ... Xixixixixixixi 😁

      Hapus
    3. Om njungkel itu ternyata ad prosesnya y om xixixixixi....yasalam...

      Hapus
  4. Uji Coba Seragam Loreng Baru TNI Di Hutan Papua
    November 22, 2020 A Ziyadi

    Kamuflase militer adalah strategi yang digunakan oleh militer untuk menghindari pasukan terlihat oleh pihak musuh. Tujuan utama kamuflase militer adalah mengecoh musuh akan kehadiran pasukan militer.

    Kamuflase ini sangat penting diterapkan dalam seragam prajurit tempur dan harus disesuaikan dengan medan tempur. Untuk TNI yang biasanya dipakai adalah loreng hijau agar mampu berkamuflase di hutan.

    Teknologi kamuflase yang dikembangkan TNI ini disebut SAMAR ( Spektrum adaptasu mata anti refleksi).

    Setelah uji coba varian loreng kamuflase spektrum adaptasi mata anti-refleksi (SAMAR) Belantara NIR di hutan Papua, diputuskan untuk menambah warna dengan unsur hijau lumut atau olive drab agar semakin efektif dan tersamar sempurna.

    Sumber foto: FB Elemental Industries

    https://militermeter.com/uji-coba-seragam-loreng-baru-tni-di-hutan-papua/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malon tidak bisa buat seragam militer standar dan seragam militer kamuflase SAMAR harap menepi dekat jamban..

      😂😂🤣🤣

      Hapus
  5. Mengasah kemampuan terjun di Skydiving Center Divif 2 Kostrad

    AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad, Singasari, Jawa Timur memiliki fasilitas latihan terjun berupa Wind Tunnel di Skydiving Center Divif 2, Singosari, Malang, Jawa Timur.

    Di fasilitas ini para prajurit Baret Hijau Divif 2 melakukan latihan terjun bebas (free fall).

    Penggunaan Wind Tunnel menjadikan latihan lebih efektif dan efisien karena tidak membutuhkan pesawat untuk melakukan latihan terjun. Faktor risiko pun bisa diminimalisir.

    Pada Kamis, 19 November 2020, fasilitas ini mendapat kunjungan Deputy Commanding General US Army Pacific (USARPAC) MG Jonathan P. Braga yang didampingi oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto pada.

    Kunjungan USARPAC ke fasilitas Wind Tunnel Divif 2 adalah untuk melihat langsung operasional fasilitas ini.

    Kunjungan dilaksanakan di sela pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) antara TNI AD dan US Army Pacific bertajuk Platoon Exchange Exercise (Platex) 2020 yang dilaksanakan di Batalyon Infanteri Para Raider 502, Brigif Linud 18/Trisula Kostrad, Malang.
    Sarana untuk mengasah kemampuan prajurit
    Kepada tamunya, Pangdivif 2 menjelaskan, sarana Wind Tunnel digunakan untuk mengasah kemampuan prajurit.

    “Fasilitas latihan Wind Tunnel ini merupakan sarana untuk mengasah kemampuan terbang prajurit berkualifikasi free fall yang dimiliki Divif 2 Kostrad serta untuk memberikan pelatihan kepada para prajurit yang belum memiliki kemampuan dasar terjun,” ujarnya.

    Pangdivif 2 menambahkan, fasilitas ini juga bertujuan untuk semakin meningkatkan profesionalitas dan kualitas keprajuritan khususnya dalam bidang terjun bebas.

    Roni Sontani

    Link :

    https://www.airspace-review.com/2020/11/22/mengasah-kemampuan-terjun-di-skydiving-center-divif-2-kostrad/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Negara FPDA yg tidak diajak dan tidak latihan dengan US Army Pacific silahkan melapor ke Mom Eli..

      😂😂🤣🤣

      Hapus
    2. Klo ikut terjun ntar takutnya nyasar lagi ke pasar brada xixixi

      Hapus
    3. @Indonesia Land of the warrior

      ATM terjun payung nyasar ke pasar mau oleh-oleh pisang Medan atau bika ambon kah.. kah.. kah..

      😂😂🤣🤣

      Hapus
    4. Xixixi bika ambon aj brada...klo pisang buat mrka aj xaxaxa

      Hapus
  6. 215 prajurit Paskhas lulus Pendidikan Komando Angkatan ke-44

    AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Eris Widodo Y, S.E., M.Tr (Han) menutup Pendidikan Komando Angkatan ke – 44 Tahun Anggaran 2020 di Pantai Santolo Pamempeuk Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Senin, 23 November 2020.

    Pendidikan Kualifikasi Khusus Komando Angkatan ke-44 dilaksanakan selama 150 hari mencakup 1.352 jam pelajaran. Pendidikan kali ini meluluskan 215 prajurit komando.

    Dankorpaskhas mengatakan, Pendidikan Komando merupakan salah satu pendidikan kualifikasi khusus yang wajib diikuti oleh seluruh prajurit Korpaskhas.

    Ia mengatakan, dengan telah lulusnya para siswa dari pendidikan ini dapat memberikan kebanggaan tersendiri.

    “Para mantan siswa harus berbangga hati karena telah dapat melewati pendidikan komando di mana materi pelajaran baik teori maupun praktik lapangan yang cukup padat dapat diikuti dengan baik,” ujar Eris dalam sambutannya.

    Ia menekankan, berakhirnya pendidikan komando bukan berarti berakhir pula proses belajar dan berlatih.
    “Ini merupakan momentum awal bagi kalian dalam meningkatkan kemampuan, keahlian dan keterampilan sehingga predikat sebagai prajurit komando akan sesuai dengan jiwa kalian yang selalu siap bertugas di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun,” tegasnya.

    Dankorpaskhas berpesan, agar seluruh mantan Siswa Komando bekerja dan berjuang atas kepentingan rakyat, bangsa dan negara serta mendahulukan kepentingan dinas di atas kepentingan pribadi.

    Hal itu, katanya, harus tertanam pada diri prajurit.

    Hadir dalam penutupan pendidikan ini di antaranya Komandan Pusat Pendidikan Paskhas, para pejabat Korpaskhas, Forkopimda, dan tokoh masyarakat Kabupaten Garut.

    Roni Sontani

    Link :

    https://www.airspace-review.com/2020/11/23/215-prajurit-paskhas-lulus-pendidikan-komando-angkatan-ke-44/

    BalasHapus
  7. kagok edaaan !!!

    kenapa UEA bisa beli F35, dan kenapa indonesia kalau beli bisa dapat 9 tahun kemudian?

    weeeislaah, beli SU57 velon saja !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya telfon Pak Prabowo supaya beli SU57 lebih dulu dibandingkan Aljazair..

      kimo dial
      @kmldial70
      BREAKING !
      according to our sources , Algeria officially signed a contract for (probably 14) Su-57 fifth generation fighter.
      the delivery of the fighters expected to start by 2025
      #Su57 #Algeria #Russia #Sukhoi

      Link

      https://mobile.twitter.com/kmldial70/status/1330234949497217028

      Hapus
    2. UEA bela barat terus bro, Indonesia belum jelas bela barat apa china...😂

      Hapus
    3. Bukan bela barat
      UEA dah di cuci otaknya sama Isroel

      Hapus
    4. UAE itu udah punya F16 yang radarnya sudah AESA.

      UAE juga udah punya pesawat AEW&C.

      Jadi datalinknya udah terkoordinasi dengan baik.

      Jadi tidak heran UAE lebih siap mengoperasikan F35.

      Lha kita ?

      Apakah F16 kita sudah punya radar AESA ? Belum bukan ?

      Apakah kita sudah punya pesawat AEW&C dan mengintegrasikannya dengan baik ke tiap matra ? Punya AEW&C aja belum, apalagi mengintegrasikan datalink!

      Dari sini aja kita belum siap, mau minta beli F35...

      Ibarat kita itu adalah orang yang baru sembuh dari patah kaki, dokter bilang kita harus jalan dulu pakai tongkat dan belum boleh lari.

      Lha kalo dikejar beruk rabies gimana kalo belum boleh lari? Ya gebuk aja beruk rabiesnya pakai tongkat.

      Hapus
    5. Sales data link 16 lg promosi 🤣😂🤣😂

      Hapus
    6. Mending beli paket hemat Gripen dan Radar eriye aja udah dapet ToT trus saling terkoneksi

      Hapus
    7. Ntung skrng begini mana ada pedagang yang nga mau dagangannya di beli, orang gila itu namanya,

      Hapus
    8. Beli aja su 57 langsung teken kontrak .....punya daya gentar .....mantab gahar... untuk ngimbangi pura pura singa dan australala

      Hapus
  8. Gimana TLDM mau latihan....minder lah sama negara² jiran hanya punya kapal Banana Boat....🤣😅😀

    BalasHapus
  9. ...yang pasti Ane sangat SENANG, kalau Indonesia nggak beli F-35...apalagi harus nunggu ± 9 tahun

    Su-35 Flanker E dan Su-57 Felon adalah...duet SESUNGGUHNYA




















    ... Xixixixixixixi 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. ...jatah AU Indonesia selama 9 tahun, kalau dibelikan Su-35 Flanker E dan Su-57 Felon sebanyak

      32 unit Su-35 Flanker E

      16 unit Su-57 Felon

      dan bisa lebih lagi ?





















      ... Xixixixixixixi 😁

      Hapus
    2. Sewa Leasing aja gak perlu akusisi 😌

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  10. Negara bodoh yg tak punya produk militer minggir sedikit, produk pindad yaitu anoa sedang diminati pakistan,,,malon bina peluru pon tak mampu, bodohnya malon sampai ke ubun2 😜🤣😂🤣😂🤣

    https://www.airspace-review.com/2020/11/23/delegasi-kementerian-pertahanan-pakistan-minati-anoa-buatan-pindad/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Produk malon yg mendunia adalah cawat jalur gemilang yg telah eksport ke australia 😜🤣😂🤣😂🤣😂

      Hapus
    2. Yang mendunia dari malaysia itu mainan mobil-mobilannya 🤣

      Hapus
    3. Hush jgn ngomong gtu o....mwreka uda bisa buat panser gempota lho



























      Tpi boong tempel sticker doang...xixixixi

      Hapus
  11. Ada yang punya link berita militer terbaru indonesia ?

    BalasHapus
  12. @GEMPURWIRA

    Kapal cacat LCS.maharaja Lelah

    https://www.facebook.com/groups/101173043323571/permalink/3416080918499417/

    Remembering that Royal Malaysian Navy had two classes of Corvettes; The Kasturi and Laksamana. Why Malaysian government didn't think to upgrade their armament and CMS or replace them with new classes of Corvettes??

    The answer is; they try with the Littoral Combat Ship project (yeah, this vessel). Actually the project itself are the replacement for 2+2+4 Royal Malaysian Navy vessel (including Frigates). The problem with the project was the delay and mismanagement itself. And that's why these old Corvettes had to do their duty while waiting for the delayed Littoral Combat Ship itself.

    😢😢

    Ruka Yamato

    BalasHapus
    Balasan
    1. Niatnya mereka mau akusisi punya korea tapi apa daya mereka gak sanggup 🤦🏻‍♂️

      Hapus
    2. Makanya skr Malon ga di pandang pun oleh Korsel krn kasus tersebut, not credibel country, mampus....!!!

      Hapus
  13. https://www.airspace-review.com/2020/11/23/215-malaysia-kedatangan-pesawat-tempur-baru-dari-perancis-ke-45/

    Harus waspada ini 😮

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beritanya udah hilang pas dibuka.. apa jangan2 berita prank.. 🤣

      Hapus
    2. ada yg uda cueneng tuch
      tapi sayang ternyata...si prengki...haha!🥳🥳🥳

      Hapus
  14. ...INDAHNYA, bila ;

    Su-57 Felon, Su-35 Flanker E, Su-27/30 Flanker C/D, F-16, T-50 Eagle, Hawk dll...serta si PAMUNGKAS SUTUC

    beriringan dalam PARADE MILITER
























    ... Xixixixixixixi 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mending beli paket hemat Gripen dan Radar eriye aja udah dapet ToT trus saling terkoneksi

      Hapus
    2. ...jadi Indonesia tinggal PILIH, bila lawan pakai " JURUS KUNYUK/BERUK MELEMPAR BUAH " ( jurus Wiro Sableng )

      tinggal dihadapi pakai jurus apa ?



















      ... Xixixixixixixi 😁

      Hapus
    3. Nah itu makanya fungsi koneksi antar pesawat bisa terhubung maka dari itu jadi yang satu jadi pengecoh yang satu lagi lempar buah

      Hapus
  15. Ini nih skenario kalo Indonesia bawa Gripen dan China Bawa Su-35

    https://jakartagreater.com/gripen-vs-su-35/

    BalasHapus
  16. Ini latihan di Lampung kemarin kenapa gak bawa Mi35 ya ? Malah Apache 3 biji yg dibawa.

    Tapi lumayan lah heli sisanya jagain pulau Jawa. Btw langsung Ferry flight dari Semarang apa diboyong pake Makassar Class ya ? Hehehehe

    https://www.instagram.com/p/CHoaOwOh7KX/?igshid=tzie49mvffjm

    BalasHapus
  17. https://www.instagram.com/p/CH7VraxA07-/?igshid=sbfdnccb5o61

    Ciyyeee Duta besar Malon jlan2 ke Pindad
    Sila pur dipilih barang kami berkualiti hahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hasil kunjungan akan dilaporkan ke menhan nya..

      Hmm... Menarik nih karena infonya mereka sedang cari unit 4x4 dan 6x6. But maybe ?? 🙄

      Hapus
    2. mayan dapet souvenir khan, keknya medium tank tuch asooyy haha!🥳🥳🥳

      kalo guwe liat, dubes gak bawa athan,
      kok mala bawa bagian pariwisata ama dagang??
      hmmn, spertinya nawarin sten pameran ini haha!😷😷😷

      Hapus
  18. DELEGASI KEMHAN PAKISTAN TINJAU FASILITAS PRODUKSI DAN SAKSIKAN DEMO ANOA RECOVERY PINDAD

    Delegasi dari Kementerian Pertahanan Pakistan yang dipimpin oleh Director Weapon & Equipment, Brigjen M. Adnan Ajmal, Chief Technical Inspector (vehicles), Letkol Usman Zunnauran beserta jajaran melaksanakan kunjungan ke PT Pindad (Persero) pada Senin, 23 November 2020 dalam rangka meninjau fasilitas produksi dan produk-produk Pindad. Rombongan diterima oleh Direktur Bisnis Produk Hankam, Heru Puryanto, Account Manager Ekspor, Risen Delta beserta jajaran di Gd. Direktorat Pindad Bandung.

    Heru menyambut baik kedatangan Delegasi Pakistan dan berharap dapat terjalin kerjasama dan hubungan yang lebih erat. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video profile dan paparan company profile oleh Senior Officer Sales Engineering, Niken Arina. Rombongan kemudian melaksanakan plant tour ke fasilitas produksi Kendaraan Khusus.

    Adapun produk yang menarik minat Pakistan yaitu kendaraan tempur Anoa 6x6 varian Recovery. Anoa varian ini dilengkapi dengan berbagai kelengkapan recovery seperti Boom Crane dengan beban maksimal 6 ton, Winch dengan beban maksimal 15 ton, serta Jack Stand hidrolis. Anoa tipe recovery memiliki kapasitas 5 orang personel termasuk pengemudi.

    Setelah plant tour dilanjutkan dengan demo Anoa 6x6 Recovery meliputi uji di berbagai lintasan, obstacle serta unjuk kemampuan khusus dari Anoa varian ini yang dilengkapi dengan crane yang mampu mengangkat beban hingga 6 ton dan memindahkannya.

    Link :

    https://www.pindad.com/delegasi-kemhan-pakistan-tinjau-fasilitas-produksi-saksikan-demo-anoa-recovery-pindad

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah ini baruw serius, kirim jendral dan staf teknis haha!😉😉😉

      Hapus
  19. DUTA BESAR MALAYSIA KUNJUNGI PINDAD

    Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose menerima kunjungan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Zainal Abidin pada Senin, 23 November 2020 berlokasi di Auditorium Pindad, Bandung. Dalam kunjungan kali ini, Dubes Malaysia didampingi oleh Direktur Pariwisata; Roslan Othman, Direktur Malaysian External Trade Development Corporation (MATRADE); Har Man Ahmad beserta rombongan.

    Dalam sambutannya, Datuk Zainal Abidin mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari PT Pindad (Persero). Maksud kunjungan kali ini adalah membina hubungan yang telah berjalan dan kunjungan ini akan dilaporkan terhadap Menteri Pertahanan Malaysia. Sejalan dengan kunjungan kali ini, Datuk Zainal Abidin menjelaskan Hubungan Malaysia & Indonesia dalam bidang pertahanan sangat penting. "Bidang pertahanan merupakan salah satu bidang yang difokuskan Malaysia. Hubungan antara Indonesia dan Malaysia mendapatkan perhatian khusus karena bersifat saling membutuhkan, terutama dari Kerajaan Malaysia." Jelas Datuk Zainal Abidin.

    Abraham Mose menyampaikan rasa bangga dapat dikunjungi oleh Duta Besar Malaysia untuk Indonesia. Melalui kunjungan kali ini, Abraham berharap dapat membina hubungan yang lebih baik dengan Malaysia terutama dalam lingkup korporasi. "Terima kasih atas kunjungan ke PT Pindad (Persero), kita dapat mengenal satu sama lain dan dapat memberikan manfaat untuk Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia." Jelas Abraham Mose.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan memberikan paparan mengenai PT Pindad (Persero) secara umum termasuk produk alutsista dan produk non alutsista. Beberapa produk yang mendapat perhatian dari Duta Besar Malaysia adalah produk alat sistem pertanian (Excavator, Traktor, Rotatanam, Harvester dan Paddy Dryer) dan produk kendaraan taktis ringan 4x4, Maung. Bahkan, Datuk Zainal Abidin menunjukkan rasa ketertarikan untuk mencoba mengemudikan Maung yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

    Setelah memberikan sambutan dan memberikan penjelasan mengenai profil dan berbagai produk PT Pindad (Persero), Rombongan Dubes Malaysia melaksanakan kunjungan ke fasilitas produksi dan mencoba menggunakan produk PT Pindad (Persero). (Raka)

    Link :

    https://www.pindad.com/duta-besar-malaysia-kunjungi-pindad

    BalasHapus
    Balasan
    1. Si gempurr gak diajak sama dubesnya karena maluu gengsii haha

      Hapus
    2. Jangan di harapin Malon bakal beli 4x4 atau 6x6, selalu PHP. Dulu sudah ditawarin Rimau/Anoa juga kagak jadi.di beli.

      Malon gengsinya gede kalo beli senjata dari indonesia.

      Hapus
    3. Athan Malon malu datang ke Pindad, ntr takut di bully oleh jama'ah MDR dan MMP FB 😀

      Hapus
  20. https://www.instagram.com/p/CH7o2XIHKYU/?igshid=1p47ettcuv7fr

    Purrr purrr purr..tengok kapal BRS dah 80% desember launching

    Hahhaii

    BalasHapus
  21. Berkaca dari berita latihan pertahanan pantai yang digelar oleh marinir jd muncul satu pertanyaan: Bagaimana menjaga garis pantai yang begitu panjang dan menjaga ruang udara serta laut yang begitu luas? Pertanyaan ini harus dijawab sungguh-sungguh. Berangkat dari nalar: Tidak mungkin menggelar pasukan berjejer sepanjang garis pantai, apalagi dengan persenjataan konvensional. Doktrin pertahanan kita masih menganut defensif, tentu harus diarahkan memenuhi doktrin tersebut atas fakta letak geografis dan minimnya persenjataan.

    Oleh karena itu, sumbangsih pemikiran saya adalah: Jadikan proyek Coastal Defence Missile dan Anti Aircraft Missile sebagai proyek nasional strategis. Keduanya sudah menjadi kebutuhan mutlak masuk arsenal TNI dalam konteks negara maritim. Jangkaun radius rudal yang jauhnya ratusan kilometer tentu akan efektif meng-covering garis pantai yang panjang.

    Karena letak geografis yang luas, tidak mungkin kedua jenis rudal tersebut dibeli karena jumlahnya akan masif. Akan dibutuhkan dana yang besar untuk pengadaannya, sangat membebani APBN. Biarlah negara berkorban membiayai R&D kedua proyek rudal tersebut daripada membelinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah saya sampaikan di channel Youtube Pusat Penerangan TNI AL supaya beli Coastal Defense, K30 Biho dan Chinook buat Marinir..

      😁😁😁

      Hapus
    2. buat darat, tetep OSPREY khan haha!😜😜😜

      Hapus
    3. NH90 lbh pas buat AL Marinir

      Hapus
    4. Ini memang latihan basic level om buat prajurit marinir sesuai skenario. Sekedar pemanasan fisik dan mental bagi juga sebagai promo ke generasi muda Papua di daerah situ, karena banyak yg lebih minat masuk ke angkatan darat.

      Hapus
    5. nyoiih kocak yaa om but, rata2 netijen kite gak baca skenario yg dibuat marinir, lgs ngegas dalam "mimpi" gt komengnye haha!🤣🤣🤣

      pdhl skala penyerangan musuh gak selaluw sama.
      ada tingkatan/level. dari rendah ampe tinggi.
      kalo smua disamaratakan, bah ntar kayak KL donk.
      ngadepin pasukan gerilyawan sampan sultan sulu yg invasi lahad datu aje pake jet tempur segala dan berbagai kendaraan lapis baja
      kan pasukan sulu yg dateng pon jumlahnye sikit kale dgn senjata sederhana, gak punyak tank haha!🤭🤭🤭
      walo sederhana, pasukan sampan sulu, patut diacungi jempol, kerna keberaniaannya & mampu melakukan "penetrasi" sampe kedalam daratan KL haha!🤭🤭🤭
      ini membuktikan lawannya yg di invasi "LEMAH" dalam pertahanan pantai dan pegawasan(ISR) daerah 12mil lautnya.
      yaa maklum KL gak punya pesawat MPA haha!😎😎😎
      skala musuh minim kyk gini cukup di hadepin oleh pasukan infantri, dgn artileri ringan cem mortar gt haha!🥳🥳🥳

      nah pengerahan kekuatan secara berlebihan, berakibat biaya tinggi dan kurang efektip.
      apalagi kalo sampe jet temfur ngebom puhun fisank haha!😛😛😛

      balik ke topik, netijen kite pada baca lagi dech latihan marinir maren diskenarioken ada musuh yg datang dihalau 2 kapal kri.
      utk kemudian digiring masuk perangkap yg dibuat pasukan marinir didarat, lgs disambut salvo meriam 6 butir dlm 10 menit, ambyarrrr haha!💥💥💥

      kenapa musuh dilawan dgn persenjataan armed howitzer dan pasukan infantri marinir yg uda siyap dilokasi yg ditentukan?
      bukan dgn semisal tank amfibi dan roket mlrs, bahkan pesawat tempur?

      sebab dalam skenario
      ada pesawat intai maritim.
      tentuw dari hasil laporan ISR, maka dalpur membuat asesmen mengenai kekuatan lawan utk kemudian dibuat strategi penggiringan dlm jebakan pantai tersebut.

      dari sini aja uda ketauan, kalo musuh yg dalam skenario latihan tersebut, gak seseram seperti dlm bayangan netijen kite.

      kala cuman selepel pasukan sampan sulu gt, ape masi mao dihajar pake rudal haha!🚀🚀🚀

      Hapus
  22. Wahh PT PAL diem2 dah siapkan rancangan Landing Dock dgn ukuran dan kapsitas yg lbh besar drpd LPD

    Tahniah PtPAL

    BalasHapus
  23. PREDIKSI: Gisel dikhianati kawan sendiri 😤😤😤

    Siapakah gerangan orang tsb.......yg pasti bukan suwandaru 👎

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gempurwaria juga ga mungkin karena dia lebih suka sesama jantan☝️😁😁😁

      Hapus
  24. JOM BARUW LAGIIII...INKAS® Sentry APC(RHD) milik KOOPSUS uhuyy mantab haha!🦾🦾🦾

    2020, apc kite keren2 gaesz.
    ayo mimin angkat apc 4x4 baru buatan anak bangsa ontario, kanada haha!😎😎😎

    https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2020/11/mobil-operasi-pasukan-elite-tni-koopssus-20112020.jpg


    https://inkasarmored.com/inkas-sentry-apc-rhd/

    BalasHapus
    Balasan
    1. mayannnn dr 10, kita punyak 2 bijik,
      sherpa II ama si transformer PATRIOT hore haha!👏👏👏

      gak dapet rudal, apcnya gpp haha!🤗🤗🤗


      10 Fastest Military Armored Vehicles In The World
      https://www.youtube.com/watch?v=1ucNsWGBwCM

      Hapus
    2. Seperti biasa matra gado-gado TNI AD 😌

      Hapus
    3. yg nii buat koopsus, 3 matra punya om haha!😉😉😉

      Hapus
  25. Sewa leasing GRIPEN dulu lah 32 biji + akusisi 4 unit AWC&S ERIEYE buat isi kekosongan yang ada ...

    Kan lumayan sudah ada isi sebelum yang asli dateng ....

    BalasHapus
  26. Kita tunggu episode berikutnya RMK 12 Malon, berapa budget pertahanan nya nanti plus akan belanja peralatan persenjataan apa yg akan, akan, akan di beli 😁☝️


    Hurap lebih besar dari budget militer Papua new Guinea 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka "akan" kedatangan MPA, UCAV, LCA, MRAP baru ....

      Hapus
  27. LCS sebelah itu sebenarnya kapan kelarnya, dari jaman awal-awal pembangunan KRI REM sampai jaman KRI GNR diserah terimakan bahkan BRS kedua bentar lagi tuntas pembangunannyab ...

    Yang lebih parah lagi sampai sekarang masih kopongan belum di install persenjataan ....

    BalasHapus
  28. Perbarui 'Sumpah' Lindungi Filipina, AS Serahkan Rudal dan Bom
    Victor Maulana
    Senin, 23 November 2020 - 21:58 WIB

    Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengirimkan rudal presisi dan bom ke Filipina. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk membantu negara itu memerangi ISIS dan simpatisanya. AS juga memperbarui janji mereka untuk membantu Filipina jika mendapat serangan di Laut China Selatan.

    Ini adalah realisasi janji Presiden AS Donald Trump. Ia berjanji untuk memberikan rudal senilai USD 18 juta kepada Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pada bulan April lalu.

    Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brien saat acara penyerahan rudal dan bom tersebut menuturkan, AS di bawah pemerintahan Trump sukses mengalahkan ISIS di Timur Tengah dan membunuh Abu Bakar al-Baghdadi. Dia kemudian mengatakan, AS akan membantu mengalahkan militan yang terkait dengan ISIS di Filipina selatan.

    "Trump mendukung Duterte saat kami memerangi ISIS di sini, di Asia Tenggara. Pengiriman ini menggarisbawahi komitmen kami yang kuat dan abadi terhadap aliansi penting kami," ucap O'Brien, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (23/11/2020).

    Dia mengungkapkan harapan untuk berlanjutnya perjanjian keamanan yang memungkinkan pasukan Amerika untuk berlatih dalam latihan tempur skala besar di Filipina.

    O'Brien kemudian mengatakan, AS mendukung Filipina dalam upayanya melindungi hak kedaulatannya di Laut China Selatan. Filipina bulan lalu mengumumkan akan melanjutkan eksplorasi minyak dan gas di atau dekat Reed Bank, yang terletak di lepas pantai barat negara itu, yang juga diklaim oleh China.

    “Itu adalah milik orang Filipina, itu bukan milik beberapa negara lain yang hanya karena mereka mungkin lebih besar dari Filipina, mereka dapat mengambil dan mengubah sumber daya orang Filipina. Itu salah," tukas O'Brien.

    Link :

    https://international.sindonews.com/newsread/242838/40/perbarui-sumpah-lindungi-filipina-as-serahkan-rudal-dan-bom-1606137090

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya mau tanya, FPDA pernah sumpah lindungi malaysia ?

      Hapus
    2. Nah kan Filipina di back up US untuk memerangi ISIS di Filipina Selatan.

      Filipina bisa Take Over Sabah, dengan alasan di Sabah banyak simpatisan ISIS pasti US setuju..

      Kalo gak salah di Sabah juga ada pusat pelatihan MNLF (Front Pembebasan Nasional Moro) yg disokong Malaysia.

      🤝🤝👍👍

      Hapus
    3. Pernah bro, waktu Indonesia konfrontasi Ganyang Malaysia pasukan FPDA datang bantu Malaysia. Kalo gak di back up FPDA sudah kalah itu Malaysia dan sudah jadi propinsi Indonesia.

      Hapus
  29. Malon selalu nya secara sembunyi dukung tentara pemberontak di negara Jiran nya, dlm masalah Aceh secara samar dia dukung GAM dgn pemberian keamanan pada petinggi GAM juga memfasilitasi laluan senjata selundupan bagi GAM, dg Philipina pun demikian, minimal ikut dalam pendanaan gerakan Moro. Tabiat menusuk dari belakang kepada jirannya ☝️.

    BalasHapus
  30. Bayangkan betapa indah dan dan damainya jika Indonesia dan Chung Kuo meakukan patroli dan kerjasama kedua angkatan laut serta coast guard di Laut China Selatan (khususnya di Laut Natuna Utara) .. laut milik bersama Indonesia dan Chung Kuo ..... Memanfaatkan potensi sumber daya yang ada bagi kesejahteraan warga negara Chung Kuo dan Indonesia ..

    Kami yakin tak akan ada saling senketa lagi di perairan Natuna karena milik Indonesia juga adalah milik Chung Kuo .. Ingat .. hal itu sudah kami lakukan dengan Malaysia .. dan hingga kini Kami dan Malaysia pun selalu rukun damai ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Putrajaya tolol, baik Malon je yang kerjasama dengan China wkwkwkwk, sebab MALON kan provinsi China wkwkwkwkwk

      Hapus