24 Juli 2021

Japan to Push its Defense-Industrial to Grow

24 Juli 2021

MHI and Mitsui Engineering and Shipbuilding selected as the prime contractor for 30FFM frigate (photo : Mitsui ES)

Japanese defense firms prosper amid futuristic tech orders, export drives

MELBOURNE, Australia — Japan is continuing to push its defense-industrial base to grow as the country slowly builds up its self-defense forces to counter China’s growing military.

This year’s Defense News Top 100 list, which ranks the largest defense companies in the world, is host to three Japanese firms, including Subaru Corporation (85th place with $805.5 million in defense revenue), which did not make the previous year’s list.

Other Japanese companies include Mitsubishi Heavy Industries, or MHI, (32nd with $3.788 billion in defense revenue) and Kawasaki Heavy Industries (51st with $2.026 billion in defense revenue). KHI made a return to the list after dropping out of the previous year’s version.

MHI has retained a clear lead as the biggest Japanese defense contractor, despite its defense revenue falling 42 percent, having made $6.57 billion in defense revenue the previous year. However, the global automotive conglomerate brought in $31.465 billion in total revenue.

The company is also collaborating on hypersonic technology research — for both a hypersonic cruise missile and a hypervelocity gliding projectile — with the government’s Acquisition, Technology and Logistics Agency.

Mogami export

Japan is also continuing low-key efforts to export defense equipment, following its first successful arms export deal since restrictive defense export laws were relaxed by then-Prime Minister Shinzo Abe in 2014. The move was made to broaden Japan’s defense-industrial base and make it more sustainable.

That export deal, signed in August 2020, was for fixed and mobile air defense radars to the Philippines. Now Japan is targeting Indonesia’s requirement for frigates, for which it is offering the Mogami-class multirole frigate under a proposal that will see four of eight frigates for Indonesia built at shipyards in the latter country.

The Mogami class is a 3,900-ton design being built for the Japan Maritime Self-Defense Force. Three ships were already launched, and there are plans for five more. The 130-meter-long frigates are designed for missions ranging from mine countermeasures, surface and subsurface warfare, and they can deploy unmanned surface and underwater vehicles.

Indonesia recently announced it will acquire the Italian FREMM frigate from Fincantieri, but it’s unclear if Indonesia would buy the Mogami class under a different program since the Japanese ships are vastly different in size and capabilities from the Italian design.

See full article DefenseNews

107 komentar:

  1. Jiwa emak emak komplek subsidi akan muncul berkomentar riuh bak cendawan

    BalasHapus
  2. "Gue lihat PKR baru dikasih 4 rudal exo (dari 8 dudukan rudal)....alamat kalo beli FREMM bakalan banyak lubang yg nganggur dong 😂😂😂"

    >>>......but it’s unclear if Indonesia would buy the Mogami class under a different program since the Japanese ships are vastly different in size and capabilities from the Italian design.<<<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tar cepet kepake lempernya KLO diisi semua,lg gak suasana perang,gak perlu full armament,yg penting tukinnya lancar,tunjangan lauk pauk,tunjangan penjagaan daerah pesisir lancar

      Hapus
    2. Lha kalo masih berat mikirin tukir dkk.....ngapain beli fregat yg mahal bin boros 🤷

      Kan gitu mikirnya......secara asumsi anggaran militer yg dipakai pun masih 0,8% dari GDP

      Hapus
    3. Jeneng kok aneh2🙄🤔😂😂😂

      Hapus
    4. Niku kulo Mbah.....gor ngeh gaya-gayaan, senes ABG beneran 🤣🤣🤣

      Hapus
    5. Yang pegang abseb kok belum nongol yah 😅

      Hapus
  3. Yang satu radarnya C band ....satulagi X band. CMS nya pun beda dari yg sdh banyak dipake AL 😣😣😣

    Emang ga ada pilihan lain ya .....atau sengaja cari yg asal beda 🤔

    Toh tugasnya sebatas belanja.....urusan pusing dlm pengoperasian biar diurus sama usernya 🤗😇🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar experient personil yg menghandle,tar KLO latihan perang Ama negara lain kapalnya menyesuaikan sang sparingnya,mabok mabok yg bagian perawatanya

      Hapus
    2. Maksutny gimana sih....aku ga mudeng a'a 🤔

      Hapus
    3. harus punyak beda2, spy kita py banyak anti-dot skaligus dipelajarin cuy haha!😋😋😋

      kebayang klo seragam, satu kena..yg laen habis jgk haha!😜😜😜

      sperti yg disebut mantan ksal, klo cmsnya buatan asing maka gampang dinetralisir.

      nah kebayang kan klo cuman py 1 suplayer..

      trs kite kan masi dlm tahap TETEOTE, ada bbrp kaprang ada yg tes pake cms lokal.
      dan cms impor pon macem2, dr spanyol, inggris, rrc, denmark dsb...
      mnurut gw gak masalah kan, namanya jgk lg blajar.

      beli macem2 ituw jugak termasyuk menjalankan fungsi intelejen lho..
      pas ngadain tender otomatis peserta kirim tim presentasi, disituw mempelajari keuntungan dan kerugian alutsista yg akan dibeli bla..blaa..blaa. dpt dech intel gratis...manteb kan..gt aja ribet haha!🥳🥳🥳

      heran dari dulu om smilikity kok hobinya monogami mlolo, pdhl nakal haha!😝😝😝

      Hapus
  4. 30FFM ada 3 versi yaitu versi AAW, versi ASW dan versi OPV. Kalau Prabowo memang ambil 6 unit sesuai perkataan Alman Helvas bisa aja versi AAW yang diambil buat lengkapin 6 unit FREMM ASW.

    FMF-AAW Destroyer
    This is the stretched variant of the FMF Frigate. With a displacement between 7,000 and 8,500 tons, this vessel can be considered as a Guided Missile Destroyer (DDG). It has a length of 145 to 160 meters, a breadth of 18 meters and a maximum speed of 30 knots.

    It features 64 VLS cells forward for surface-to-air missiles and an additional 16x VLS cells aft, for a future vertically launched surface to surface missile. In comparison, the FFM frigate currently being built for the JMSDF has 16x VLS cells and 8x anti-ship missiles in a 2×4 topside launcher. Instead of the SeaRAM launcher fitted on the frigate, the destroyer features a future laser weapon system. The sensor suite and main gun (Mark 45 by BAE Systems) remain unchanged.

    This design is fitted with MHI’s Advanced Integrated CIC, which was unveiled during Sea Air Space 2019.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg mogami aja belum karuan dibeli.....apalagi versi stretchernya yg pastinya lebih mahal dan belum.ketahuan sistem dan wujudnya 😂😂😂

      Hapus
    2. Bentuknya sama aja tapi beda ukuran doang. Agak aneh sih kalau beli versi ASWnya 😂😂😂, CEO fincantieri bilangnya FREMM kita versi ASW. Jadi kurang meyakinkan kalo Mogami yang dibeli versi ASW. Uniknya di Japan Times penyebutannya rencana ekspor bukan frigat melainkan destroyer.

      https://www.japantimes.co.jp/news/2020/11/05/national/msdf-destroyer-indonesia/

      Hapus
    3. Apa bedanya dengan Martadinata class 🤔

      Hapus
    4. Beda mas.......kalo sama pasti ga cari yg lain 🤣🤣🤣

      Hapus
    5. FREMM nya itali itu terbagi dlm 3 varian : AAW, ASW dan GP......kalo perancis cuma 2 : AAW dan ASW 🤷

      Lantas varian mana yg mau dibeli pak bowo......belum jelas, cuma duitnya saja yg jelas 😣😣😣

      Hapus
    6. @mechanize, kayaknya yang ga tau aja Jepang suka kasih julukan destroyer ke armada kapal JMSDF 😂

      Hapus
    7. Martadinata sejak awal sudah bermasalah dengan Damen soal TOT, itulah alasannya kita ninggalin Martadinata unit ke 3 sampai unit ke 6. Pada MEF 2 Iver molornya sampai 4 tahun apalagi cuma 2 unit dan itupuh baru masuk 2026/2027. Jadi Prabowo memutuskan beli Frigat baru sembari menunggu Iver. Dan terpilihlan FREMM ASW dan Mogami. Disini Mogami gak jelas versi apa yang mau dibeli Prabowo dan Spesifikasi macam apa.

      Hapus
    8. Jujur sampai sekarang masih ga nyangka Indonesia kontrak awal FREEM Itali, apalagi jika lihat nilai kontraknya sampai nembus angka sekitar 77 T 🏃

      Hapus
    9. Kalo dari pernyataan CEO Fincantieri di Naval News yang dipilih Indonesia itu Improved FREMM ASW. Persis dengan yang ditawarkan ke Yunani

      Hapus
    10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    11. Apakah dg beralih ke FREMM yg tonasenya 2,5 kali lebih berat serta merta akan menyelesaikan masalah TOT 🤷

      Membangun fregat yg jauh lebih besar jelas membutuhkan investasi utk fasilitas produksi (belum lagi soal lain spt kemampuan desain kapal perang yg masih jauh tertinggal).....apalagi ada indikasi smp 2024 kementrian BUMN tidak akan memberikan PMN ke inhan 🤔

      Lantas "isyu TOT" itu hanya menjadi "isapan jempol" buat mengganti vendor 🤗

      Hapus
    12. Kalo pilih FREMM ya pasti rudalnya pake MBDA dong.....emang ada pilihan lain 😂

      Hapus
    13. Tapi kadang lucu kalo perhatikan komen di twitt atau yg lainnya.....seolah olah "girang" banget bisa menggusur vendor lama dg vendor lain 🤷

      Ini sebenarnya klaim yg mewakili user atau klaim dari para makelar ya 🤔

      Orang singapur aja mulai terheran heran dg perilaku kita yg suka gonta ganti alutsista......padahal katanya sekarang ini memasuki era utk pertempuran NCW ☝️

      Team work itu lebih penting dari sekedar mengadalkan otot dan permainan single player........orang singapura malah pusing sendiri menghitung biaya yg harus dirogoh utk mengkoneksikan CMS dan sistem senjata yg beraneka rupa 😵😵😵

      Hapus
    14. Aaahh.."gampang", mosok bikin tanker 180 meter aja bisa, trus mo bikin yang 144 meter ga bisa..

      "gampaaaaang" kalau ada niat pasti bisa, tekad buat kemandirian laah..

      (biasane ono sing "nggampangno" ngono...penak tho?)

      😌😌😌😌😌😌

      Hapus
    15. Lhooooo....bang type 12, komennya malah dihapus, padahal terlanhut tak replai je 😣

      Hapus
    16. Sing kulino ngampangke wes suwe ra njedul.....mboh yen lagi isoman 😬😬😬

      Hapus
    17. Aliran "padat karya" bedo karo aliran minim sdm koyo SG mas..😂😂😂😂

      Ngopo mumet, "gampaaaaaaang"..ngono jare 'wong kae'.

      😌😌😌

      Hapus
    18. Malah "si sekak" sing rung opo-opo kae wes dikandidatno dadi pengganti kalkun kok...


      Mules wetengku...

      😂😂😂😂😂😂😂😂

      Hapus
    19. Masalahe baik FREMM, mogami, improved 10514, Iver atau Arrowhead 140......semua menerapkan konsep konstruksi modular dan gak pakai metode lainnya ☝️

      Artinya kalo mau meminang salah satu diantara mereka ya harus investasi lagi (dalam banyak hal)....makin besar jarak bobotnya dari PKR, makin gede pula investasi fasilitas produksi yg harus ditambahkan 🤷

      Hapus
    20. Rapopo mase.....opowae keno waton iso ningjatke imun 🤣🤣🤣

      Hapus
    21. Sebagian besar armada kombatan AL menggunakan CMS racikan thales atau TOT nya 👉 LEN (4 sigma, 2 pkr, VS....dan segera menyusul MRLF), sementara CN-235 MPA kita pun menggunakan mission system buatan thales yg jelas memudahkan dalam sharing data 🔄

      Sementara Fatahillah class pakai 2 lain CMS yg berbeda (spain dan kanada/UK) .....KCR 40 pake CMS cina dan KCR 60 pake besutan Terma 😵

      Eeeeee, ini ada orang girang banget kalo bisa masuk in CMS lain .......#memang tabiat makelar cari keuntungan pribadi😣😣😣

      Hapus
    22. Iyo..bener kuwi, beruntung entuk imun gratisan..😂😂😂

      Podo-podo modular'e njur perlu nambah invest opo mas'e?

      Hapus
    23. Kayaknya CMS buatan sesama anggota NATO masih bisa sharing data.

      Hapus
    24. Pas anyaran pancen enak..

      Mengko pas wayahe dho upgrade/maintenance CMS dewe-dewe, mumet, suwi & resiko mangkrak..😌

      Byuuuuhh...

      Hapus
    25. Yo macem2 to mas ....sing cetho modal luweh gede, crane ne yo kudu nyesuakke karo modul sing digotong (soyo gede kaprang, module yo soyo abot), njur dimensi fasilitas produksi kudu dijembarke/ceilinge mundak duwur) dll-dll ......lan sing utama kui skill ttg desain survivabilitas kapal perang sing kudu digenjot ☝️

      Hapus
    26. Pasti bisa mas Mechanize......tapi ga gratisan krn harus mengintegrasikan ke sistem yg berbeda

      #belum lagi soal biaya perawatan dan maintenancenya

      Hapus
    27. Lha yen invest ngono kii, durung nggarap kapale iso mangan waktu 3-4 taun dewe lak'an..😂😂😂

      Hapus
    28. Lha wong nganti 2024 bumn gak arep nyuntik modal kok......arep golek utangan bank go investasi po 🤷

      Kae lho disawang Z value ne PAL 🤗

      Hapus
    29. Yen sempat nggatekno video fasprod modul PKR neng PAL.....katon banget yen ceilinge cendek banget tur ora patiyo jembar 🤷

      Yen go garap modul kelas FREMM takkiro ora nyukupi kuwi 😣😣😣

      Hapus
    30. @tik_tok, sapa tau mau coba pakai produk Raytheon atau kongsberg 🙆

      Hapus
    31. Lantas apa untungnya ......toh kita bukan alienasi amrik jika pake raytheon atau produk saab secara jangkauan misinya masih dibawah thales dan leonardo.

      Teknologi saab memang bagus tapi dalam konteks naval system belum punya kemampuan yg terintegrasi dlm menghadapi serangan rudal balistik ....misalnya 🤷

      Hapus
    32. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    33. Tapi memang gue akui....dalam konteks pertahanan AAW dan anti balistik, sistim milik leonardo menawarkan keterjangkaun biaya (secara parsial) dan fleksibilitas politik yg lebih tinggi dibanding siatem serupa buatan thales 🤔

      Yg menajdi pertanyaan.....mana tingkat ancaman yg lebih tinggi: ASW atau AAW 🤗

      Hapus
    34. Sistim leonardo : radarnya murah 👉 rudal nya mahal

      Sistim thales : radarnya mahal 👉 rudalnya lebih kompetitif tapi ada ikatan politik ☝️

      Hapus
    35. Saya hanya berandai-andai ga jelas 😂

      Hapus
    36. Iya juga sih soal keuntungan, Thales yang diunggulkan untuk saat ini

      Hapus
    37. 護衛艦 artinya kapal eskorta. Diterjemahkan jadi destroyer karena waktu itu semua kapal eskorta USN destroyer atau destroyer escort. Bahkan waktu itu frigate mereka lebih gede dari destoyer. Sama kayak kita, semua 3xx itu perusak atau perusak kawal.

      Rudal sistem Thales yg mana? Setahu saya semua yang dari Eropa sekarang sudah punya Leonardo melalui MBDA.

      Hapus
  5. Japan has since decided to order ships dedicated to the ballistic missile defense mission. The final design of the ships have not been announced, but it’s been reported the government is considering equipping the ships to use the J7.B Aegis system. J7.B is a combination of the SPY-7 solid-state radar selected for Japan’s Aegis Ashore system and the Japanese J7 baseline that is equivalent to the U.S. Baseline 9 Aegis system.

    Beda kelas kayaknya nih sama maya class, tinggal tunggu tanggal main peluncuran desain kapalnya 😂

    BalasHapus
  6. Nunggu realisasi dulu saja.
    Biar satu satu, tapi nyata pengadaannya.

    BalasHapus
  7. Bangga pernah Gabung Mitsui Enginering sewaktu ngerjain MRT project Phase 1 dr lebak bulus - Harmoni.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beruntung ente bisa pengalaman engineering yang sesungguhnya..👍

      Bukan engineering yang "menggampangkan" hal yang bahkan dia gak tau..tapi merasa tau.

      Hapus
    2. Lho kui kelebihane .....tegese iku wes entuk pencerahan utowo terinspirasi😂😂😂

      Hapus
    3. Woo...modal inspirasi tho..

      Nggiih, nggih..mudeng.

      😂😂😂😂😂😂

      Hapus
    4. Kae mas, metu maneh wonge..👇

      Sek tak siap-siap nekem weteng.

      😂😂😂😂😂

      Hapus
    5. ... Xixixixixixixi 😁

      Hapus
    6. Ngopi seik ndulur², ora ngopi mumet endase

      Hapus
  8. ...kira2 jadwal pengiriman Su-35 Flanker E dari Rusia ke Indonesia, sebelum hari KEMERDEKAAN atau sebelum Ultah TNI yach ?

    asyiiiiiiiiikkk














    ... Xixixixixixixi 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. ...daripada harus nunggu 10 tahun, mending nunggu yang tinggal ngirim saja ?

















      ... Xixixixixixixi 😁

      Hapus
  9. ...nyanyi ach, biar nggak ngantuk nich ;

    Durung nganti garing
    Tatu sing ning atiku
    Tego – tegone sliramu
    Nambahi loro bathinku

    Aku ora percoyo
    Nanging kabeh iki nyoto
    Cetho ning ngarepe moto
    Yen sliramu kuwi cidro

    Panas – panase serngenge kuwi
    Kang nguliti awak iki
    Nanging isih panas rasaning ati
    Nyawang kedadean iki

    Lungo awakku sing kudu lungo
    Timbang batinku leloro – loro
    Ra bakal awakku iki bali nemoni sliramu
    Lilo awakku iki wes lilo
    Senajan loro neng jero dodo

    Yen pancene uwis nasibku
    Kudu pisahan karo awakmu...

















    ... Xixixixixixixi 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. ...jogetnya gaya bang Jali
















      ... ixixixixixixiX 😁

      Hapus
  10. Jaga jaga geng PEMBUAL akan klaim beli tu.... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210724092526-106-671622/warga-malaysia-gelar-konvoi-tuntut-pm-mundur-hari-ini

      Hapus
  11. Kalau sekadar tambah t50 versi asas tu tak payah sembang la... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  12. Warga Bali Banyak Kibarkan Bendera Putih untuk dapat Bantuan


    Gerakan warga bantu warga di Bali, kian banyak di tengah Pandemi Covid-19. Pelaksanaan PPKM darurat juga membuat sejumlah warga mengibarkan bendera putih mengharapkan bantuan.

    Seperti yang dilakukan, oleh komunitas Buleleng Sosial Community (BSC), mereka menyalurkan bantuan kepada warga yang mengirimkan foto bendera putih yang telah berkibar di depan rumah ke 081337924855. Anggota Komunitas akan mengecek lokasi dan kondisi keluarga sembari membawa paket sembako berisi beras, mie instan, minyak goreng, telur, kecap, gula dan kerupuk.


    https://m.merdeka.com/peristiwa/warga-bali-banyak-kibarkan-bendera-putih-untuk-dapat-bantuan.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah muncul si otak babi wkwkwk wkwkwk wkwkwk wkwkwk wkwkwk

      Hapus
  13. Ya ampun ternyata sebelah juga sudah meniru cara MALAYSIA guys...

    BalasHapus
    Balasan
    1. https://www.cnbcindonesia.com/news/20210724121135-4-263290/lockdown-berjilid-covid-19-di-malaysia-kembali-meledak

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  14. Pedagang, hotel, gedung dan terbaru warga di sebelah sudah mula kibarkan Bendera Putih.....

    BalasHapus
  15. Iya, lebih jaguh RFP Tejas versi export barteran sawit yaah?

    LCA murah terSERAM sejagat..

    LoL

    Bikin dunia ketawa jeee 😂😂😂😂

    BalasHapus
  16. Su35 Kerupuk.... Seram... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah yang sebelah covid makin parah mengatasi INDIA dan Brazil ya bro...

      Hapus
    2. Negara kau juga parah Gempur Malon idiot .. kau jangan bawa-bawa cov disini .. loe waras kan Pur ??

      Hapus
  17. Dengarnya para mahasiswa mau ke istana..... Betul ke...? Wkwkwkkwwkwk

    BalasHapus
  18. West gak usah dipikir,tiwas botak sirahmu.


    Penting salah sijine ketuku.

    BalasHapus
  19. Pedagang Kibarkan Bendera Putih, Tanda Menyerah PPKM Diperpanjang


    Diketahui, sejumlah pedagang di berbagai daerah mengibarkan bendera putih tanda menyerah.

    Di awali dari para pedagang di Jawa Barat yang mengibarkan bendera putih.

    Tak hanya di Jawa Barat, bendera putih juga dikibarkan para pedagang di Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, Surabaya.

    BalasHapus
  20. Ambyar, Hotel-Restoran di Garut Kibarkan Bendera Putih Menangis


    Para pelaku usaha hotel dan restoran di Garut mengibarkan bendera putih. Mereka mengibarkan bendera putih sebagai bentuk kekecewaan terhadap nasib mereka saat pandemi COVID-19.

    Bendera-bendera putih itu dikibarkan sejak Senin (19/7) kemarin di halaman-halaman hotel dan restoran yang pengelolanya tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut.

    “Tentunya ini adalah sebuah refleksi hati kita yang menangis. Kita ini di tempat usaha sendiri seperti orang yang sudah meninggal,” ucap Ketua PHRI Garut Deden Rohim, Selasa (20/7/2021).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Otak ko yg ambyar pur wkwkwk wkwkwk wkwkwk wkwkwk wkwkwk wkwkwk

      Hapus
  21. Sebelah mula kibar bendera putih juga guys...

    BalasHapus
    Balasan
    1. https://www.cnbcindonesia.com/news/20210724121135-4-263290/lockdown-berjilid-covid-19-di-malaysia-kembali-meledak

      Hapus
    2. Kumpulan beruk malaya makin seram congor nya guys wkwkwk wkwkwk

      Hapus
  22. Mogami class udah pasti diambil kemhan, usaha yg sia² bagi para sales untuk kasih komentar jelek terhadap mogami class, dalaman mogami class indonesia akan dikerjakan leonardo bekerjasama dengan pihak jepang. 🤗👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. "..mogami class indonesia akan dikerjakan leonardo bekerjasama dengan pihak jepang.."

      =========
      Waoooww...bisa tau-tau akur gitu ya bro, kapan mereka kenalannya yaak..?

      😁

      Hapus
    2. Sampeyan kui lho.....wong bar entuk hidayah kok dipaido 😣😣😣

      Hapus
    3. Bar entuk hidayah.....hidayahtun sholelhah 😘😘😘

      Hapus
    4. Lha apa yg gk mungkin untuk sebuah proyek yg lumayan besar??? Untuk keseluruhan freagat baru indonesia dalamannya akan dikerjakan leonardo karena ini bagian dr kesepakatan perjanjian transfer teknologi antara leonardo dan pt.len termaksud dalaman iver class indonesia, apakah dengan tawaran yg sangat menggiurkan atas mogami class kepada indonesia mampu ditolak indonesia??? Sulit untuk menolaknya karena tawaran² seperti ini jarang terjadi, dan ini eksport pertama jepang untuk alutsista buatannya sehingga tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan pihak mana pun untuk mewujudkan deal nya.

      Hapus
    5. Keunggulan FMF bukannya CIC buatan Mitsubishi? Kalau dikasih ke Leonardo, kayaknya lebih baik nambah FREMM saja.

      Hapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  23. Hmm artikel dari Aussie ya.. apakah ini tanda Aussie sudah mulai ketar ketir?? Hmmm...

    BalasHapus
  24. Hanya butuh 11 rudal AMRAAM untuk menjatuhkan 11 unit Su35.

    Jadi nggak usah beli Su35. Percuma.

    Lihat itu KAL PC 28 meter kita, KRI PC 40 meter kita, KCR 60 meter kita, LPD kita, LST kita, BCM kita, BHO kita semuanya nggak ada rudal penangkal serangan udara. Minimal manpads pun juga tak ada.

    Lihat itu semua lanal kita, semua makodim kita, semua markas infanteri senapan setingkat kompi, semua lanud tipe C dan D kita, semuanya tidak ada rudal penangkis serangan udara. Minimal manpads pun juga tidak ada.

    Alangkah lebih baik jika semua tadi diperlengkapi manpads.

    Alihkan dananya yang tadinya untuk beli Su35 dialihkan untuk beli manpads untuk melindungi semua fasilitas dan alutsista tadi.

    BalasHapus
  25. The philippines should be pursuing of acquiring like 30FFM of japanese self defense navy ship, one they are open for loan like kagumi japanese coast guard lengths about 97 meters, and also the combat subsystem is data link16 for allied or friendly ship..., not like a HDF 3100 of south korea their combat subsystems it is hanhwa thales that not compatibility in allied or friendly ship...

    BalasHapus
  26. Indonesia recently announced it will acquire the Italian FREMM frigate from Fincantieri, but it’s unclear if Indonesia would buy the Mogami class under a different program since the Japanese ships are vastly different in size and capabilities from the Italian design.

    ----------------------------

    WARGANYET KL fanas tuchh, satuw duniya pon mengakui SHOPPING SOPING kita gaesz hore haha!👏👏👏

    apa perluw, kapal rongsok disebelah kita beli jugak...buat monumen simulasi tempur ama VS yg nembakin YAKUN SETRONK haha!😋😋😋

    BalasHapus
  27. Yang penting ada rudal jarak jauhnya

    BalasHapus