11 Juli 2021

RAAF have Completed Training to Operate Space Surveillance Telescope (SST)

11 Juli 2021

Air surveillance operators from No. 1 Remote Sensor Unit at the Air Force’s space surveillance telescope in WA (photo : Aus DoD)

Air surveillance operators at No. 1 Remote Sensor Unit (1RSU) based at RAAF Base Edinburgh have completed training to operate the unit’s newest capability, the Royal Australian Air Force space surveillance telescope (SST). 

The SST will survey the night skies, detecting and cataloguing objects in geosynchronous orbit more than 30,000km above the Earth where many important telecommunications satellites reside. 

Inactive satellites and debris litter this orbital plane and pose a collision risk to active spacecraft. 

As such, the SST’s detections will help identify such risks and preserve the safe use of space.

Located at the Harold E Holt Communication Station in Exmouth, Western Australia, the SST is positioned close to another 1RSU-operated space domain awareness asset, the C-Band radar. 

Both the C-Band and SST are joint initiatives of the United States Space Force (USSF) and Australia.

Both capabilities form part of the space surveillance network, which is a worldwide network of telescopes and radars that detect, track, identify and catalogue man-made objects in space.

Leading Aircraftwoman Amy Clements, an ASOP on the inaugural SST course, said the SST was an electro-optical sensor that would provide coverage of objects within deep space, making an important contribution as part of the space surveillance network.

“Visiting the site of the telescope in May, I had the incredible opportunity to witness first-hand, along with my fellow aviators, what 1RSU and the wider Air Force are looking to achieve within the space domain,” Leading Aircraftwoman Clements said.

“As an operator, I am really excited to have the opportunity to work with this incredible technology and support this enhanced space capability for Air Force.”

With an enormous 3.6m aperture, the SST was initially developed by the Massachusetts Institute of Technology Lincoln Laboratory and is the result of years of construction, testing and development.

The SST is a proven and potent technology, with the United States Air Force previously operating the capability at White Sands Missile Range, New Mexico, prior to its relocation to Exmouth.

Leading Aircraftman Graham Turner, an ASOP at 1RSU and also a member of the first SST course, said the things the SST could see were amazing.

“Operating an optical sensor is quite different to using a radar like C-Band, which I’ve operated previously, and has a lot of advantages, especially in geostationary orbit,” Leading Aircraftman Turner said.

“It’s a different job to what 1RSU has done before in space domain awareness and the SST is especially suited to it.”

Modern military operations are reliant on space-based assets for communications, weather, navigation, timing, intelligence and missile-warning. 

Detecting potential collision risks to these assets through space domain awareness increases their survivability and ensures the effects they provide the warfighter are not lost. 

Commanding Officer 1RSU Wing Commander Richard Harrison said the SST’s observations would contribute to the ADF’s space domain awareness and that of allies.

“The establishment of the SST capability marks an impressive milestone for our unit and more broadly, Air Force’s collaboration with the US and other agencies within the space sector,” Wing Commander Harrison said.

The first RAAF SST operators completed their training on April 23 and are now developing procedures and trialling techniques towards achieving initial operating capability. 

35 komentar:

  1. ...ALLAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMAD WA AALI MUHAMMAD TIBBI ALQULUBI WADAWAAIHA WA'AFIYATI AL'ABDAANI WASYIFAA'IHAA WANUURI ALABSHARI WADLIYAA'IHA WA'ALAA ALIHI WASHAHBIHI WABARIK WASALLIM...

    “Ya Allah, sampaikanlah shalawat atas Nabi Muhammad dan keluarganya yang merupakan OBAT dan PENYEMBUH hati kami, PENYEHAT dan PENYELAMAT badan, yang merupakan cahaya dan sinar penglihatan dan yang merupakan penjamin kesehatan jasmani dan rohani akan kebutuhan makanan dan juga tumpahkan kesejahteraan itu atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dan berilah keselamatan.“

    ... Aamiin 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. ...ada yang salah yach ?

      kan itu bahasa NGAPAK, coba kalau di bahasa Indonesia kan...pasti jadinya nggak KASAR
















      ... Xixixixixixixi 😁

      Hapus
    2. " Gempurwira jangan deket2 lach, mulutnya kamu bau TAI AYAM...pergi sana yang jauuuh "



















      ... Xixixixixixixi 😁

      Hapus
    3. Rosemary (@scotiaforever5) Tweeted:
      @M__Academic @MarisePayne @dfat @DubesAustralia @Menlu_RI @AusAmbRHS Like turning a blind eye to the human rights atrocities & genocide being committed against our West Papuan allies by the Indonesian military less than 200 klms from Aust's shores?

      West Papua protected our soldiers during WW2 and this is how we repay them!

      SHAME AUSTRALIA! https://twitter.com/scotiaforever5/status/1413879906614714371?s=20


      Sepertinya ada yang ingin.... Pami deh.

      Hapus
  2. Pesawat Super Tucano Tabrak Rumah Warga


    Sebuah pesawat tempur jenis Super Tucano buatan Brazil menerjang rumah warga di Jalan LA Sucipto, Kota Malang, Rabu (10/2/2015) sekitar pukul 10.00 WIB.

    Berdasar informasi, kondisi pesawat saat ini masih di dalam reruntuhan bangunan. Hanya kondisi sayap yang terlihat.

    Satu korban sudah dievakuasi berjenis kelamin perempuan yang belum diketahui identitasnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Si asurizal rusli aka gempur waria kelihatan bodoh dan tak up to date,namanya musibah bisa kapan aja terjadi,apa pesawat masih baru mungkin pilot butuh adaptasi,lha the legendary nuri jatuh berkali2 yg goblok pilotnya atau helikopternya?

      Hapus
    2. Gempuur babi tolol...berita 2015 msh di up...dasar ente manusia beruk IRI dan DENGKI....
      πŸ¦§πŸ¦§πŸ¦§πŸ–πŸ–πŸ–πŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ–πŸ–πŸ–πŸ¦§πŸ¦§πŸ¦§

      Hapus
  3. Menhan: Pesawat Super Tucano yang Jatuh Masih Baru


    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pesawat Super Tucano buatan Brasil milik TNI Angkatan Udara yang jatuh di Malang hari ini masih tergolong baru dan dalam kondisi baik. Kondisi pesawat yang dianggap Ryamizard masih layak itu membuat jajaran Kementerian Pertahanan akan ikut mencari tahu soal penyebab kecelakaan yang menewaskan sedikitnya dua orang tersebut. “Kami lihat dulu, itu kesalahan (teknis) pesawat atau orang (human error),” kata Ryamizard di sela rapat dengan Komisi Pertahanan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2).




    Baca artikel CNN Indonesia "Menhan: Pesawat Super Tucano yang Jatuh Masih Baru" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160210151656-20-110110/menhan-pesawat-super-tucano-yang-jatuh-masih-baru.

    Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berta basi pur tak sekalian kau pasang pula berita the legendary nuri jatuh pula pur

      Hapus
  4. KASIHAN MALON tiada pesawat COIN Wkwkwkwkw

    BalasHapus
  5. Indonesia lengkap Pur untuk misi serangan udara ke darat yaitu :

    1. AH-64E APACHE GUARDIAN
    2. MIL MI 35P
    3. FENNEC
    4. EMB 13 Super Tucano
    5. T50I golden eagle


    Kalau MALON......?? Wkwkwkwkw

    BalasHapus
  6. Indonesia punya HELIKOPTER serang tercanggih di Asia tenggara rileks je Wkwkwkwkw

    BalasHapus
  7. MALON sejak dulu pun takde pesawat COIN seperti OV 10 Bronco beda dengan Indonesia dan Filipina sejak dulu sudah mengoperasikan OV 10 Bronco Wkwkwkwkw

    BalasHapus
  8. Yang takde Helikopter serang dan Pesawat COIN tepi sikit Wkwkwkwkw

    BalasHapus
  9. Kecanggihan Helikopter serang AH-64E APACHE GUARDIAN milik TNI AD yang tidak dimiliki oleh Helikopter MALON yaitu Sensor M-TADS/PNVS Wkwkwkwkw











    Tentu yang jadi menarik pertanyaan pemerhati alutsista adalah apakah yang dimaksud M-TADS/PNVS? Untuk lebih jelasnya, kedua perangkat M-TADS/PNVS adalah modul sensor yang berada di ujung depan helikopter. Persisnya TADS di Apache menggunakan kode produk AN/ASQ-170, sementara PNVS menggunakan kode produk AN/AAQ-11. Untuk mudah mengenalnya, TADS berbentuk drum yang terpasang di bagian bawah, sementara PNVS yang berbentuk piringan terpasang di bagian atas. Ada empat jurus yang dapat dijalankan TDAS, yaitu DVO (Direct View Optic) yang merupakan teleskop optik, kamera DT (Daylight Television), FLIR (Forward Looking Infra Red), dan laser ringefinder/target designator.

    Baca juga: IHADSS – Sensasi Teknologi “Blue Thunder” Untuk AH-64E Apache Guardian TNI AD


    Jika FLIR mengambil seluruh jatah sisi kanan TADS (night side), maka DVO, DT dan laser ringefinder menempati sisi kiri (day side). TADS juga dilengkapi fitur auto tracking. Artinya sekali target terkunci, maka target itu tidak akan bisa melepaskan diri sejau TADS dapat berputar. Hebatnya, tabunf TADS dapat dirotasi 120 derajat ke sisi kiri dan kanan, serta 60 derajat ke bawah. Pergerakan ini tentu untuk memberi cakupan pandang yang paling maksimal demi kemudahan pilot dan kopilot/gunner dalam mengakuisisi target.

    Sensor kedua, AN/AAQ-11 PNVS, merupakan FLIR imager yang memampukan pilot melihat dalam gelap, sehingga Apache dapat terbang siang dan malam tanpa halangan. PNVS dapat berotasi 90 derajat ke kiri dan kanan, sehingga praktis tidak ada sisi yang tidak terlihat selama Apache terus melaju ke depan. Semua output dari sensor TADS dan PNVS kemudian diintegrasikan ke dalam IHADSS (Integrated Helmet and Display Sight System), sehingga pergerakan kedua sensor akan mengikuti pergerakan kepala pilot yang menggunakan jeda waktu nol detik, artinya pergerakan bersifat real time. Semua informasi yang diperoleh sensor akan tampil seluruhnya dalam HDU (Helmet Display Unit). Pilot tidak perlu lagi sibuk memperhatikan panel instrumen dan tinggal mengunci sasaran dengan mengandalkan mata, atau istilahnya bekennya see and kill.





    Baca juga: TSH-4M – Helm Awak Tank Marinir TNI AL, Desain Tempur Legendaris Bercita Rasa Uni Soviet



    Kawan akrab dari sensor canggih tersebut adalah kanon M230 kaliber 30 mm yang dikembangkan Hughes dan kini diproduksi oleh Alliant Techsystems. M230 yang berlaras tunggal ini mampu menembakan peluru sebanyak 625 butir per menitnya. Sementara kecepatan luncur proyektil mencapai 805 meter per detik dengan jarak tembak efektif 1.500 meter.

    Gerakan kombinasi antara helm pilot dan M230 itu membuat sasaran yang sedang diincar oleh pilot bisa ditembak secara presisi. Dalam sekali terbang, M230 pada AH-64E Apache dapat membawa 1.200 peluru yang tersimpan pada kotak magasin dengan posisi di bawah kursi pilot dan terhubung lewat sabuk peluru. (Haryo Adjie)


    BalasHapus
  10. Mantap.. Brabo TNI..beli lg apache sampe 36 unit, utk di bagi di 3 kogabwilhan masing masing 12 unit utk setiap squadron heli serang berat TNI AD tundem bersama MI-35. Mantap maju terus TNI.. NKRI harga mati

    BalasHapus
    Balasan
    1. SETUJU letakkan 1 Skuadron apache di Kalimantan untuk menemani FENNEC

      Hapus
  11. Video Latihan Penembakan Rudal Hellfire dari Apache TNI-AD

    Skadron-11/Serbu Puspenerbad pada tanggal 6 September lalu memposting video latihan penembakan rudal AGM-114R3 Hellfire, roket 70mm dan kanon 30mm dari helikopter AH64D Apache Block III (AH64E Apache Guardian) pada sebuah sasaran di darat. Tampilan yang nampak dalam video kemungkinan berasal dari perangkat TADS/PNVS helikopter Apache dalam mode thermal. Indonesia membeli 8 helikopter AH64D Apache Block III dan peralatan terkait serta 140 unit rudal AGM-114R3 Hellfire dalam paket pembeliannya.

    Jangan IRI dan DENGKI Pur Kalau tak salah TUDM dah upgrade Nuri menjadi Setaraf Apache Wkwkwkwkw

    Video : amur_amara_jaya

    https://www.facebook.com/100744045149574/posts/113294063894572

    BalasHapus
  12. Nah Pur Helikopter AH-64E APACHE GUARDIAN milik TNI AD latihan menembak rudal Hellfire,Roket Hydra dan kanon 30 mm yang terlihat dari perangkat TADS/PNVS helikopter Apache dalam mode thermal Inilah salah satu kecanggihan Helikopter AH-64E APACHE GUARDIAN yang tidak dimiliki MALON Wkwkwkwkw




    https://www.facebook.com/100744045149574/posts/113294063894572

    BalasHapus
  13. Pasti takde satupun Helikopter MALON yang dilengkapi Perangkat M-tads seperti di Helikopter Apache Wkwkwkwkw

    BalasHapus
  14. Postur ideal puspenerbad :
    36 aphache
    36 mi 35
    80 bell 412 ( serbu)
    48 fennec
    24 chinook
    32 black hawk

    Klu niat insya allah 2035 bs terwujud. Amin. Jaya TNI dan NKRI

    BalasHapus
  15. Semoga Menhan Lirik Artileri Swagerak K9 Thunder buat yon Armed TNI AD

    BalasHapus
  16. KADRUN IBLIS LAKNATULLAH!!!!

    BalasHapus
  17. PUR,mana ada pesawat nabrak rumahπŸ˜‚πŸ˜‚ adanya pesawat jatuh menimpa rumah, gitu kok katanya lulusan top5 university of beruk.


    KALAU BERITA "PILOT EJECTION HANGAR" itu baru real adaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Negara mana tuuuu

    BalasHapus
  18. Tak tabrak hanggar hingga roboh di tabrak rumah warga... Parah

    BalasHapus
  19. Malah sejauh MALAYSIA juga rumah warga di tabraknya..

    BalasHapus
  20. Pesawat TNI AU Tabrakan dan Jatuh Timpa Rumah Warga Di Malaysia


    Dua pesawat yang diterbangkan oleh tim aerobatik TNI Angkatan UDara (AU) Jupiter Aerobatic Team (JAT) mengalami tabrakan dan jatuh di Langkawi, Malaysia.

    Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Fuad Basya membenarkan insiden kecelakaan tersebut dan dirinya memastikan semua korban selamat dari kecelakaan yang terjadi pada Minggu (15/3) siang itu.

    Menurutnya, kecelakaan terjadi saat melakukan latihan aerobatik di pusat pameran Internasional Mahsuri, Langkawi, Malaysia. Adanya peristiwa kecelakaan itu, mengakibatkan pameran sementara ditutup.

    BalasHapus
  21. Wkwkwkwk..si Gempurwaria setress...kagak punya bahan berita...menyedihkan kelamaan di Lockdown..wakakakakπŸ€£πŸ˜…

    BalasHapus
  22. Gempur asundaru koplak... Kehabisan menyan Arab jadi stress

    BalasHapus