13 Oktober 2020

Airbus Selected for Communications and Mission System Upgrade on the Royal Australian Air Force MRTT Fleet

13 Oktober 2020

Airbus A330 MRTT (photo : Airbus)

Brisbane – Airbus has been selected by the Commonwealth of Australia (CoA) to develop a Communications and Mission System modernization upgrade for the Royal Australian Air Force (RAAF) A330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT) fleet.

The scope of work, which will meet the Air Force interoperability needs under their new operational requirements, will mainly cover a retrofit package, which includes new and additional Communications Capabilities and Enhanced Mission Systems, bringing it up to the latest enhanced A330 MRTT standard.

Split across two contracts, Phase 1 will see Airbus carry out the design and systems development and integration ahead of the Critical Design Review maturity gate. Phase 2 will see Airbus install and deliver a prototype KC-30 aircraft (the name used by the RAAF to the A330 MRTT) for use in the certification and qualification process, ahead of finalizing and supplying the modification kits for entire fleet. Subsequent retrofit to the remainder of the fleet will be under customer responsibility.

In addition, Airbus will provide the necessary data packs and support to ensure this upgrade features in the existing RAAF A330 MRTT Full Flight Simulator (FFS), the Integrated Procedures Trainer (IPT) and the Remote Air Refuelling Operator (RARO) Console Part Task trainer (PTT).

The objective of the upgrade is to provide an affordable solution which brings the RAAF KC-30A fleet up to Airbus’ world class quality and capability standards and meets the latest interoperability requirements for the Australian Defence Force and its allies.

The KC-30A MRTT is fitted with two types of air-to-air refuelling systems: an Advanced Refuelling Boom System mounted on the tail of the aircraft; and a pair of all-electric refuelling hose-and-drogue pods under each wing. These systems are controlled by an Air Refuelling Operator in the cockpit, who can view refuelling on 2D and 3D screens. The KC-30A can carry a fuel load of 111 tonnes and transfer part of that load to compatible aircraft, including other KC-30As.

Based on the successful A330-200 commercial aircraft, of which more than 1700 aircraft are operating worldwide, the A330 MRTT combines the advanced technology of a new generation tanker with the operational experience recorded during more than 200,000 FH in service.

In total, the A330 MRTT counts 61 orders and 45 aircraft already delivered and in operation. 

85 komentar:

  1. Balasan
    1. pesaannya, mo nilep RM2.22 million duwit pbb tapi gagal yaa om haha!😷😷😷

      Hapus
  2. Tempat "magang" nya diupgrade terus..

    😁

    BalasHapus
  3. Kira-kira ada gak ya berita tentang TNI sekarang ????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jek galau kale, operasiin jet tanker itu sangat mahal...

      Kalo lebih banyak nongkrongnya ya rugi, mending poit to poit antar pulau..

      Jangan bandingin ama Sing, tanker mereka rutin suport fighternya latihan ke Eropa, US, NZ & Aussy..

      Maklum, dompet tebel..😛

      Hapus
    2. beli yang size-nya lebih kecil saja kan lebih hemat

      Hapus
    3. Justru kalo beli yg lebih kecil malah gak optimal fungsinya.....bukane makin efisien tapi malah yg sebaliknya

      Hapus
    4. Hadehh ...
      Kalau gitu beli yang size-nya medium aja ada nggak ??

      Hapus
    5. Ada banga,abang mau ambil berapa kodi 😂😂😂

      Hapus
  4. iki jenenge tanpo gembar gembor langsung kerja nyata

    BalasHapus
  5. nek petugas parte yo ra mampu mikir tekon semono

    BalasHapus
    Balasan
    1. Galo sawangen neng koran, pak Bowo lagi nyuwun pamit presiden step mangkat neng amerika blonjo alutsista.....sisan kambi nyuwun sangu 🤐

      Hapus
  6. Heran banget.....tiap ada artikel dg awalan ROYAL, kenapa bukan punya MALAYSIA ya 🤔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, padahal negara kerajaan masa gak ada royal-royalnya sama sekali ....

      Hapus
  7. Balasan
    1. Mengko yen klakon mborong alitsista.....kowe ndilat kopetku 💩 yo ndar 🤧

      Hapus
  8. kerja kerja kerja, e malah utange soyo okeh ekonomine ambruk

    BalasHapus
  9. Mana nih kabar program manpads dan anti tank nasional, juga kabar cannon buatan indo .saatnya kita berani fokus di bahan peledak

    BalasHapus
  10. Balasan
    1. "Yoo, yooo waton sing mbok lus-lus dodomu dewe yo ndar......ning ko yen klakon teko sing koyo nggene iki 👇, ojo salin panggonan sing mbok elus-elus 😏"

      https://youtu.be/HpnvxfhHbnk

      Hapus
  11. Balasan
    1. Mas,saumpomo sampean tak dadekne wakil rakyat/presiden ,kiro-kiro iso menuhi kekarepan q pora tentang kemajuan utowo kesejahteraan e rakyat Indonesia + soal Alutsista sampean iso menuhi pora.

      Nak ISO jenengmu tak ukir guwedi nk papan gunung Kemukus

      Tapi nk raw ISO,raw perlu gulumu seng tak gantung nk Monas, tapi kontolmu seng tak gantung sak menungsane

      Kiro-kiro
      Wani pora??

      Hapus
    2. 🏃💨💨💨.......Tilas gerwani iki 😬😬😬

      Hapus
    3. ☝️ iku aku yu Sri......demange kemukus ������

      Hapus
  12. TNI wae sabar, riko laopo nyocot bendino

    BalasHapus
  13. Wah ..wah ARRINYW DUDA biasa kawin cerai 😂

    BalasHapus
  14. royal ostrali yg tajir melintir aje brani pake MRTT dr pesawat bekas.

    beda banget ama royal satunya lagi, gaya doank kantung kempis haha!🤭🤭🤭

    BalasHapus
  15. Kesian indon lagi lagi tak punya

    BalasHapus
    Balasan
    1. biji luh kotak om daruw tung tung tungg🔨🔨🔨 haha!😇😇😇

      yang BARUW dalam 2 minggu doank nich
      ceria bingit britanye haha!🥳🥳🥳

      ✅ada sistem RUDAL STARSTREAK
      ✅ada MAUNG 40 bijik
      ✅ada 2 LST BARU
      ✅ada 2 RADAR VERA-NG
      ✅ada 2 KOZAK II
      ✅ada 1 LPD BRS


      sedangkan KL = 0(ZERO), ini baruw namanya takde shopping soping haha!🤥🤥🤥

      Hapus
  16. Kesian indon Australia shoping, indon tengok bebek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. ahh macacihhh setor jidat dolo om daruw tung tung tungg🔨🔨🔨 haha!😇😇😇
      masi hangat bingit britanye haha!🥳🥳🥳

      ✅ada sistem RUDAL STARSTREAK
      ✅ada MAUNG 40 bijik
      ✅ada 2 LST BARU
      ✅ada 2 RADAR VERA-NG
      ✅ada 2 KOZAK II
      ✅ada 1 LPD BRS


      sedangkan KL = 0(ZERO), ini baruw namanya takde shopping soping haha!🤥🤥🤥

      Hapus
    3. Om daru lagi edan...
      Kalau lagi eling beda deui...hahaha

      Hapus
  17. "Ooooooo, yang ada pekerjaan pemancangan tiang beton tu ngerjain ini 👇 to 🤔"

    https://youtu.be/BNcgGr7rr7E

    BalasHapus
  18. https://www.cnbcindonesia.com/news/20201013094417-4-193847/laut-china-selatan-lagi-malaysia-setop-kapal-china

    Cieee..cieeee...
    Nyetopnya mo ngapain tuh?
    Mo bayar cicilan si LeMeS?

    😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyetop mo sungkem dan cium tangan sama sesepuh.......wkwkwkwkwk

      Hapus
  19. Ukraina Hampir Selesaikan Sistem Rudal Jelajah Saingan Iskander
    Oktober 13, 2020 Oleh Muhidin

    Jakartagreater.com – Ukraina membutuhkan anggaran sebesar total US$ 300 juta untuk menyelesaikan tes sistem rudal balistik Grom-2. Ini akan memungkinkan Ukraina untuk memproduksi rudal yang mirip dengan Iskander Rusia, kata Roman Kostenko, wakil ketua parlemen Ukraina, setelah mengunjungi pabrikan Rudal dan Angkasa Kharkiv “Hartron”. Diharapkan pada tahun 2022, Ukraina sudah dapat menjual sistem rudal jelajah ini kepada pelanggan asing, lansir Defense24.

    Sistem rudal Grom-2 akan menggantikan peluncur Tochka-U yang sudah ketinggalan zaman di angkatan bersenjata Ukraina, yang dalam hal kinerjanya lebih mirip dengan sistem Iskander Rusia.

    Sistem rudal ini terdiri dari kendaraan truk lima poros yang dikembangkan oleh Pabrikan kendaraan transportasi Kharkiv dan Pabrik Kharkiv Morozov, bekerja sama dengan MZKT Belarusia, dengan dua kontainer peluncur. Berat total sistem peluncur dengan roket lebih dari 20 ton. Peluncur kontainer dan misil memiliki berat 3,5 ton dengan panjang lebih dari 7 meter.

    Rudal balistik memiliki berat lepas landas 3 ton, di mana 480 kg adalah hulu ledak high-explosive, penetrating atau cluster. Jangkauan rudal versi ekspor diperkirakan 50-280 km, yang disebut Grom-2. Sedangkan varian untuk angkatan bersenjata Ukraina akan memiliki jangkauan 450 km, dan menyandang nama Sapsan (peregrine falcon dalam bahasa Ukraina). Sistem panduan menggabungkan pemosisian INS / GPS dan identifikasi target optoelektronik atau radar.

    Prototipe rudal dan sistem peluncur sudah siap, namun kurangnya anggaran pembiayaan menyebabkan Perusahaan Industri Angkasa dan Rudal Kharkiv “Hartron”, yang mengerjakan sistem rudal, terus-menerus mengalami masalah menyelesaikan pekerjaannya. Para insinyur berusia muda meninggalkan perusahaan dan usia rata-rata staf sekitar 50 tahun yang masih bertahan.

    Varian ekspor dari sistem Grom-2 dapat dijual kepada pelanggan asing pada tahun 2022. Varian rudal untuk Ukraina dengan jangkauan yang lebih jauh juga dapat diselesaikan, tetapi menurut perkiraan para ahli, membutuhkan biaya sekitar US$ 300 juta. Anggaran sebesar itu akan memungkinkan penyelesaian uji domestik tidak hanya pada rudal, tetapi juga pada seluruh sistem kompleks, termasuk peluncur dan sistem perencanaan misi. Sejauh ini, pengujian telah dilakukan pada masing-masing komponen, termasuk mesin dan sistem panduan serta peluncur yang sudah siap mulai 2018. Tes asli direncanakan dilakukan pada paruh kedua tahun 2019, namun, mungkin karena alasan keuangan, tes tersebut tidak dilakukan.

    Rudal balistik Grom-2 / Sapsan bersama dengan rudal manuver Neptunus dan peluru kendali artileri Wilcha adalah bagian dari program pengembangan yang lebih luas dari pasukan rudal Ukraina, yang bertujuan untuk membangun potensi detterent.

    Link :

    https://jakartagreater.com/ukraina-hampir-selesaikan-sistem-rudal-jelajah-saingan-iskander/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga cuma Ukraina, Turki pun juga lagi kembangkan sistem yg sama, sistem rudal "BORA" buatan Roketsan. Iskander bakalan punya 2 saingan nih..

      https://www.youtube.com/watch?v=CClnxuVg504

      Hapus
    2. Ukraina butuh dana US$300jt. Sebaiknya kemenhan pak prabowo ikut join pembuatan rudal Grom 2 nya.

      Rudal Grom 2 kasih 18unit ke Marinir untuk 3 Yonpasmar untuk temen main RM 70 Grad Vampire.

      Bisa juga ke AD untuk temen main Astros.

      ��������

      ��������

      Hapus
    3. Hmm, $300 juta ya 🤔🤔

      Hapus
    4. Klo ga salah arap saudi sempet mau invest di grom 2. Klo bisa invest gt kenapa kita ga invest aja ya?? Sekalian buat mastiin bakal dapet tubarang sekalian siapa tau bisa dapet ilmunya.

      Hapus
    5. Malah ada yg nulis pengembangannya melibatkan dana dari pakistan 🤷‍♂️ daripada pusing mikirin kfx ifx mending join program2 ginian. Potensi produksi banyakkkk, potensi pengembangan sangat memungkinkan, potensi pasar juga ga kalah besar 🤤🤤🤤

      Hapus
    6. $300 juta USD = 4 Triliun Rp

      Hanya 4 T Rp kita bisa dapat ToT dapat sistem rudal balistik Grom-2

      Hapus
    7. https://twitter.com/AndreiBtvt/status/1180129644621844480?s=19

      Hapus
    8. @ST, ifx itu sebenarnya sayang kalau dibatalkan, karena pihak Indonesia sudah habis banyak keluarin biaya ...

      Hapus
    9. Lagipula Pihak Indonesia hanya menunggak 6 T Rp saat ini

      Hapus
    10. Indonesia sudah kerjasama pertahanan dengan Ukraina. Tinggal di tanyakan ke menhan Ukraina, Indonesia bisa ikut kontribusi ga untuk mengembangkan Rudal Grom 2. Minta ilmu seeker dan IRS di rudalnya, untuk pengembangan Rudal Sonda

      Ga dapet Iskander, Grom 2 jadilah. Bungkus.

      Apalagi di tambah Rudal Neptune, beughhh sangar dah marinir.

      Hapus
    11. Ditambah lagi rudal jelajah brazil ya 😂

      Hapus
    12. Lebih baik beli nya bertahap dulu aja bung @Unknown

      bungkus Neptune nya dulu yg pertama, baru nanti yg Grom 2. Apalagi sistem rudal pertahanan pantai memang lg sangat dibutuhkan skarang ini, trutama tuk di Natuna.

      Hapus
    13. Marinir punya Astros hrus juga

      Hapus
  20. Ditembak rudal s300 hancur itu pesawat
    Jadi ngapain dibeli Hua,.....ha.....
    Negara pelit pertahanan jangan ngimpi bisa join rudal gede,sampai mampus pun gak akan terwujub.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xaxaxaxa terus nembak drone sekelas aerostar juga pake rudal ya om??????xaxaxaxaxa nih🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌😂😂🤣🤣😛😛😛

      Hapus
    2. US, NATO, Rusia dan negara lain yg punya pesawat tanker berarti gak pinter ya bung Rudal analisa strategi pertahanannya ? Lebih smart sampiyan kalau sy bilang.

      Padahal jendral2 merekalah yang sudah pernah perang beneran. 😁

      Hapus
    3. Nggak bakal bisa ditembak S-300. Kalau sampai ada yg ketembak S-300, pasti ada Jendral yg dipecat.

      Hapus
  21. Mega proyek antara Korsel dengan Indonesia tersendat karena berbagai hal. Salah satunya diketahui, pesawat jet tempur Korsel itu teknologi diambil dari Amerika Serikat dan akan ketinggalan jaman, sehingga menjadi pertimbangan Indonesia untuk melanjutkan kerjasama tersebut. Pakar politik dan keamanan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof. Muradi mengatakan, Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto cukup cerdik dalam kerjasama dengan Korsel terkait proyek pesawat jet tempur dengan menurunkan rate kontribusinya dari 20 persen yang dijanjikan menjadi 15 persen. Jika Korsel tidak mau memenuhi tawaran tersebut, Indonesia akan melakukan deal dengan pihak lain.

    Artikel ini telah tayang di Rmol.id dengan judul "Di Mata Pakar Ini, Tawar Menawar Prabowo Terkait Proyek Jet Tempur KFX/IFX Cukup Apik", https://politik.rmol.id/read/2020/10/12/456271/di-mata-pakar-ini-tawar-menawar-prabowo-terkiat-proyek-jet-tempur-kfx-ifx-cukup-apik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah tahu sndri kan kfx pakai teknologi amerika pasti mya ribet

      Hapus
    2. Kalau baca di def PK pihak KAI dan LM itu baru masuk area KFX IFX di kisaran tahun 2015 om.

      Sebelumnya Korsel wakilnya ADD dan RI wakilnya PTDI. Dari pihak Korea Sbg investor terbesar minta KFX IFX dikembangkan dulu di Korsel dan mensyaratkan untuk utusan PTDI harus yg umurnya sudah expert tidak boleh yg masih muda.

      Masih dari Def PK, pihak Korsel menelurkan ide single jet sesuai keinginan mereka yg punya negara kecil dan potensi perangnya terhadap pihak Korut saja.

      Saat itu PTDI menyodorkan ide double jet sesuai keinginan RI agar pesawat ini pas digunakan patroli secara cepat dari sumatera sampai papua dgn external tank dan sempat timbul pro kontra ide dari RI ini hingga akhirnya Korea menerima ide RI tsb dengan membekali KFX IFX dgn twin jet yang akhirnya terbukti KFX memiliki "nilai tambah" ketimbang F35 (diatas Spec kertas).

      Di masa LM masuk ranah KFX ini lah timbul masalahnya karena UW saat itu (gak tahu skrg) hanya mau Korea saja yg tahu teknologinya.

      Intinya diskusinya masih panjang dan berliku.. 😁

      Hapus
    3. Betul juga tuh..bukan krn faktor dana intinya

      Hapus
    4. Dan baca di situ juga Korea Selatan juga sempet meminta hold Project ini selama dua tahun minta ditunda karena alasan politis. Kalau mereka bisa minta ditunda dan kita OK in mosok sekarang kita gantian minta ditunda gak di OK in ? Gak kompak dong ahh..🤣

      Hapus
    5. Mmm...biasanya sebelum bikin proyek kan studi kelayakan dulu.

      Ada gak ya?

      Secara N219 aja ada.

      😌

      Hapus
    6. Gak semata-mata : JEBRET!
      slogan kemandirian...😌

      Bisa babak belur tuh, cashflow PT DI...😌

      Hapus
    7. Jadi ingat pesawat tempur made in Kanada yang tercanggih teknologi dan terbaik kemampuan manuver di kelasnya habis habisan di jegal Amerika karena tidak ingin tersaingi oleh kanada, akhirnya jet tempur beautam Avro Canada ini tinggal kenangan .

      Hapus
    8. Studi kelayakan sudah ada. Tetapi itu sebelum deal F-35 Korea tuntas. Kesan saya pihak Korea terlalu pd bahwa semua poin bakal dipenuhi sama penjual. Padahal masalahnya bukan apakah penjual mau dan mampu, tetapi apakah penjual boleh.

      Hapus
    9. Ya makanya, silahkan nawar sadis sekerasnya, secara duit dah ada yg masuk ke mereka...😁😂

      Hapus
    10. Kalo kesan saya malah yg sebaliknya lagi om @IRS....para penggagas ifx terlalu bergantung pada kemajuan teknologi korsel, malah beliau ini adalah bergelar Profesor Doktor 👉👉👉 lha kok.ilmuwan punya mental ketergantungan pada negara lain.....disini sebenarnya masalah akutnya berawal ☝️

      Hapus
    11. @mas Nomad

      "Jika kita pakai rujukan @rmol, jelas ia mengloryfikasi pak Bowo.....padahal yg membuat hitungan ttg masa depan IFX itu motornya adalah kepala Bappenas ������
      ini malah sharenya mo diturunin jadi 10% saja ✌️"

      https://militermeter.com/kepala-bappenas-sampaikan-tantangan-pembuatan-jet-tempur-kfx-ifx/

      Hapus
    12. Ngandalin kemajuan teknologi Korsel boleh saja, tinggal berani bayar atau tidak. Tujuan mereka beli F-35 kan juga buat ToT. Kalau lihat radar, tanpa dapat ToT mereka juga tetap bisa. Tapi kan bayar sendiri.

      Tinggal masalahnya teknologi kunci yg mereka dapat tidak boleh transfer ke kita. Petanyaannya berapa banyak teknologi kunci itu yg dipakai di KF-X. Mereka sudah dapat jadi buat apa kembangin lagi. Tinggal kita yg gimana perhitnugannya. Menhan sepertinya kurang mwlihat manfaatnya.

      Kalaupun keluar, tidak rugi koq. Sampai EMD it's money well spent.

      Hapus
  22. TNI perlu pesawat tanker lagi nih, buat nemenin si herky yg semata wayang. 2-3 rasanya dah cukup.

    Untuk rudal, sebaiknya rhan122B segera diprogram tuk dikonversi jadi rudal dan uji coba+sertifikasi rx450 LAPAN dipercepat agar segera bisa dikonversi juga.
    🤔
    Bayangkan jika punya rudal:
    -rhan122B jangkauan 30-50km
    -rhan450 jangkauan 150km

    Dah lumayan tuh tuk permulaan!
    👍


    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika sistem kendali dan seekernya yg masih jadi masalah, sudah banyak negara2 sahabat yg bisa bikin.
      Kejar ToT dgn negara2 tsb, apa pun caranya, yg penting dapat/bisa ilmunya.
      💪

      Hapus
    2. Jika masih sulit juga, ada jalan lain,...drone MALE Elang Hitam.
      - bikin drone elang versi kamikaze!

      Itu sudah seperti rudal bro!
      👊

      Hapus
    3. This news is better than the one i posted before

      Prabowo's US mission
      Editorial Board
      The Jakarta Post

      Jakarta

      Jakarta / Tue, October 13, 2020 / 08:11 am


      Indonesian Defense Minister Prabowo Subianto waves toward journalists as President Joko “Jokowi” Widodo (unseen) unveils his new Cabinet on the steps of Merdeka Palace in Jakarta on Oct. 23, 2019.(JP/Seto Wardhana)


      After having long been banned from entering the United States for alleged human rights violations, Defense Minister Prabowo Subianto is finally heading to the country for a working visit on Oct. 1519, upon invitation from his US counterpart Mark Esper. The request implies that Washington is willing to put aside all past problems to forge closer cooperation with Indonesia, amid Washington’s bid to maintain a foothold in Asia and the Pacific vis-à-vis a rising China. The invitation is designed to further discussions on bilateral defense cooperation.

      In addition to various aspects of cooperation, it is widely speculated the visit will seal a deal on American-made major weapon systems (alutsista) to modernize the Indonesian Military (TNI), which is in the third strategic plan (Renstra) of the so-called Minimum Essential Force.

      The first Renstra covered the 2009-20014 period. By the end of the second Renstra in 2019, the achievement was only 63.19 percent, compared with the targeted 75.54 percent. So, the government is forced to achieve a further 36.81 percent to reach completion by 2024.

      There are several reasons for the shortfall, such as the absence of major alutsista procurements in the second Renstra, or difficulties in acquiring certain weapons systems, such as Russian-made Sukhoi Su-35 heavy jet fighters.

      The US is using the Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) to persuade Indonesia to abandon the Sukhoi contract and to instead buy American warplanes, in line with President Donald Trump’s slogans of “Buy American” and “Make America Great Again”. The Air Force has already revealed a plan to buy two squadrons of F-16 Vipers.

      While some parties at home have expressed the hope that Indonesia will buy the F-35 Lightning II stealth jet fighters, it is still an impossibility because Jakarta has not forged an alliance with Washington.

      Meanwhile, the Army has shown its interest in the MV22 Osprey tiltrotor hybrid aircraft, although no official request has been made. The Army already operates US-made AH-64E Apache Guardian attack helicopters.

      Whatever armaments deal Prabowo may sign during his visit, it must involve local defense companies as stipulated in the Defense Industry Law, such as transfers-of-technology or offset schemes.

      Hapus
  23. Telah kukirim undangan itu
    Dengan kesadaran
    Bukan salahku kutinggalkan dirimu
    Ucapan selamat bahagia
    Kuterima darimu
    Semoga doamu kan menjadi kenyataan
    Ucapan selamat padaku berdua
    Di hari-hari indah
    Telah terjalin saling mengerti
    Lupakan diriku disaat yang lalu
    Itu memang sudah nasibku
    Tidak kusadari engkau telah berdua
    Tak mungkin kumiliki dirimu lagi…

    BalasHapus